sponsor

sponsor

Iklan

Featured

" });

Nasional

Jawa Barat

Ragam

Bandung Raya

Pendidikan

Olah Raga

Wisata

Tingkatkan Pelayanan, Satpas Polrestabes Bandung Sediakan Ruang Khusus Bermain Anak



Bandung, Sebelas12 – Dalam rangka meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat yang sedang melakukan proses pembuatan SIM, SATPAS Polrestabes Bandung menambahkan kenyamanan berupa fasilitas pendukung, yaitu ruang khusus bermain anak.

“Fasilitas ini diperuntukkan khususnya bagi para orang tua yang memiliki balita dan anak-anak, sehingga tidak mengganggu jalannya proses pembuatan SIM,” kata Kanit Regident Polrestabes Bandung, AKP. Atik Suswanti, SH, di ruang kerjanya, di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/2/2018).

Sementara itu seorang ibu rumah tangga yang sedang mengurus pembuatan SIM, Dewi, yang membawa putrinya berusia 5 tahun, mengatakan dirinya sangat senang dengan adanya ruang khusus bermain anak tersebut.

“Saya bisa mengikuti proses pembutan SIM dengan rasa tenang, karena anak saya bisa bermain di ruang bermain sementara saya menunggu hasil ujian tes tahapan dalam membuat SIM,” katanya. (Herly/Rian)

Ratusan Entrepreneur Baru Lahir Melalui Program Wirausaha bank bjb

Bandung, Sebelas12 - Program wirausaha bank bjb yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sukses mencetak para entrepreneur atau pengusaha muda baru melalui berbagai pelatihan sepanjang 2017 lalu.

Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan mengatakan salah satu sasaran dari penyaluran tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) adalah peningkatan sumber daya manusia melalui program wirausaha bank bjb.

Program pelatihan yang rutin digelar sejak tahun 2014 tersebut dirancang dengan tujuan untuk melahirkan wirausaha baru mandiri serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan.  Tentu penerapan program tersebut bersinergi dan terintegrasi dengan bisnis perusahaan.

Sasaran pelatihan wirausaha ini para pemuda pengangguran, putus sekolah serta korban PHK, sehingga dapat berdampak secara langsung pada peningkatan produktivitas dan laju pemberdayaan ekonomi.

"Program ini merupakan wujud kepedulian bank bjb pada generasi muda dengan menumbuhkan dan membuka peluang berwirausaha. Diharapkan mampu mencetak pengusaha baru sehingga dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran," ujar Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan.

Artinya, program pelatihan wirausaha bank bjb merupakan wahana transformasi pembentukan sumber daya manusia yang kurang produktif menjadi lebih kreatif, inovatif dan kooperatif.

Hal tersebut merupakan langkah awal dari pembentukan karakter wirausaha yang kompetitif, komparatif serta memiliki visi dan misi.

Adapun untuk jenis pelatihan diarahkan pada lima bidang keterampilan yakni mencukur rambut, salon muslimah, menjahit, desain grafis dan sablon.

Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai nilai spiritual dan wawasan mengenai manajemen bisnis kewirausahaan. Tentu para peserta akan dibekali bantuan berupa modal usaha awal.

Peserta dilatih dalam waktu dua hingga enam bulan sesuai dengan jenis keterampilan yang dipilih. Setelah itu peserta akan diarahkan untuk membentuk Kelompok Usaha Menengah Mandiri (KUMM) dan dilakukan proses pendampingan dengan kurun waktu antara 6 hingga 12 bulan.

"Kami cari kandidat wirausaha lalu dibina dan diambil. Karena masalah para wirausaha sederhana yaitu tentang pengelolaan uang," ujar Senior Vice President Divisi Corporate Secretary bank bjb Hakim Putratama beberapa waktu lalu.

Hingga kini, bank bjb telah melahirkan lima angkatan yang terdiri dari 80 wirausaha baru di setiap angkatan. Dalam satu tahun akan melahirkan dua angkatan. Artinya, kini bank bjb telah berhasil melahirkan ratusan wirausaha baru.

"Intinya kami ingin mencetak wirausaha muda yang mandiri. Sejauh ini output yang dihasilkan berdampak baik maka hingga kini bank bjb masih rutin menyelenggarakan," tambah Group Head CSR Divisi Corporate Secretary bank bjb Saiful Rizal.

Pada tahun 2017, rasio wirausaha Indonesia mengalami kenaikan signifikan yang sebelumnya hanya sebesar 1,67% menjadi 3,1% dari total jumlah penduduk.

Raihan tersebut disertai dengan menurunnya angka pengangguran, dari 5,61% di tahun 2016 menjadi 5,5% pada 2017. (*Red)

Sekda; Peran Vital Posyandu Tingkatkan Kualitas Generasi

Bandung, Sebelas12 - Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dinilai memiliki peran strategis dan vital untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karenanya, Pemerintah Kota Bandung terus berinovasi agar Posyandu bermultifungsi dalam meningkatkan kualitas generasi warganya.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Kota Bandung yang juga Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto saat melepas peserta Program Revitalisasi Kader Posyandu Kecamatan Ujungberung di halaman parkir Superindo, Jalan AH Nasution Kelurahan Pesanggrahan Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung, Rabu (17/1/2018).

“Kader Posyandu di Kota Bandung  harus senantiasa meningkatkan daya saing yang cerdas. Tak hanya dari segi kecerdasan intelektual namun juga kecerdasan spiritual dan mental," katanya.

Program revitalisasi kader Posyandu ini diikuti sekitar 500 kader Posyandu se-Kecamatan Ujungberung Kota Bandung.
Dirinya mengapresiasi pelayanan serta aktivitas  Posyandu  yang dinilainya cukup meningkat. Hal itu ditunjukan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Posyandu di Kota Bandung.

"Kondisi ini merupakan hasil kerja keras seluruh pendukung pelaksana. Mulai dari tataran Pokjanal sampai pada tingkat implementasi di masyarakat yang dilaksanakan oleh kader-kader Posyandu,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan Yossi dapat menguatkan komitmen  pelaksanaan pembangunan  khususnya di bidang kesehatan di Kota Bandung.

“Mudah-mudahan dengan diadakannya acara program revitalisasi kader Posyandu  dapat menjadi penguat komitmen kader Posyandu khususnya di Kecamatan Ujungberung,” harapnya. (*Red)

bank bjb Salurkan CSR Pembangunan Masjid Mapolda Jabar



Bandung, Sebelas12 - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) berupa bantuan pembangunan Masjid Al Aman di Mapolda Jabar.

Komitmen bank bjb membantu lingkungan sekitarnya terus ditunjukkan melalui program nyata. Tak hanya memberi perhatian pada bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, bank bjb juga membantu pembangunan tempat ibadah.

Salah satunya membantu penyelesaian pembangunan masjid di kawasan Markas Polda Jabar, Jalan Seokarno-Hatta, Kota Bandung.

Upaya tanggung jawab sosial itu diharapkan dapat menumbuhkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

Penyerahan CSR bank bjb untuk pembangunan Masjid Al Aman dilakukan di Aula Mapolda Jabar pada 29 Desember 2017 lalu. Melalui penandatanganan perjanjian kerja sama, bank bjb juga memberikan bantuan furniture kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat.

Penandatangan kerja sama dilakukan antara Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Hakim Putratama dengan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, M.Si. Hadir juga dalam acara itu Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan dan jajaran perwira Polda Jawa Barat.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Hakim Putratama mengatakan penyerahan CSR bank bjb untuk penyelesaian pembangunan Masjid Al Aman, merupakan salah satu kontribusi positif bank bjb sebagai tanggung jawab sosial perusahaan di sektor lingkungan.  Dengan dibangunnya masjid itu, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan ibadah bagi masyarakat di sekitar Polda Jabar.

“Semoga bantuan ini dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah dan menjadi amal kebaikan. Di sisi lain dapat meningkatkan ukhuwah Islamiyah dalam beribadah bagi para jemaah di Polda Jawa Barat dan masyarakat sekitarnya,” kata Hakim.

Bantuan CSR serupa juga diberikan dalam bentuk furniture kepada Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Jawa Barat, setelah sebelumnya pada 29 September 2017 juga diserahkan bantuan untuk pembangunan pondasi dan tiang pancang Gedung Ditlantas Polda Jabar.

Bantuan yang diberikan bank bjb diharapkan dapat membantu menjaga pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat, mengingat fungsi institusi kepolisian sebagai pengayom dan pelayan masyarakat.

Menurut Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan, program CSR ini adalah bentuk tanggung jawab perseroan sebagai mitra pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta ikut mendorong program pemerintah dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.

Dia mengatakan bank bjb menjadikan CSR sebagai bagian integral dari bisnis yang dijalankan bank bjb dengan mengimplementasikan profit yang berasal dari masyarakat dan kembali ke masyarakat.

Selama ini, program CSR bank bjb telah banyak disalurkan pada kegiatan sosial. Di antaranya sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Bantuan CSR tak hanya diberikan kepada lingkungan di wilayah Jawa Barat dan Banten, tetapi hingga beberapa wilayah di Indonesia. (*Red)

Kasubdit Regident Polda Jabar : Tertibkan Nomor Kendaraan Sesuai PP No 60 Tahun 2016

Bandung, Sebelas12 - Pemilik nomor pilihan (Nopil) semenjak diberlakukannya PP No. 60 Tahun 2016 pengganti PP No. 50 Tahun 2010, harus mengeluarkan uang lebih tiap 5 tahunnya.

Besaran biaya yang harus dikeluarkan, sudah diatur di dalam PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Demikian disampaikan Kasubdit Regident Polda Jabar, AKBP Mariyono, ketika ditemui di ruang kerjanya di Mapolda Jabar, Kamis (11/1/2018).

"Setiap kegiatan pelayanan yang ada di Samsat sudah diatur oleh PP Nomor 60 Tahun 2016, sesuai dengan PNBP," katanya.

Khususnya, lanjutnya, mengenai penerbitan Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB) Pilihan, sudah jelas berapa PNBP yang harus dibayar oleh pemohon atau pemilik Nopil.

"NRKB pilihan 1 (satu) angka blank Rp. 20.000.000,-, 1 (satu) angka ada huruf Rp. 15.000.000,-, 2 (dua) angka blank Rp. 15.000.000,-, 2 (dua) angka ada huruf Rp. 10.000.000,-, 3 (tiga) angka blank Rp. 10.000.000,-, 3 (tiga) angka ada huruf Rp. 7.500.000,-, 4 (empat) angka blank Rp. 7.500.000,-, dan 4 (empat) angka ada huruf Rp. 5.000.000,-, itu khusus kendaraan roda empat," terangnya.

Sedangkan untuk roda dua atau sepeda motor, disiapkan untuk yang blank (tanpa huruf), dengan PNBP Rp. 7.500.000,-. "Khusus roda dua, angkanya dimulai dari 2000 sampai dengan 6999. Itu jelas semuanya dan dasarnya permintaan dari wajib pajak (WP)," katanya.

Diakuinya, pihaknya kini sedang menertibkan Nopil yang sudah dipakai kendaraan, dengan menggantinya dengan nomor urut sesuai registrasi. "Yang perlu saya tegaskan bahwa memang setiap 5 tahun, nomor itu harusnya diganti. Apalagi kita sekarang 'kan sudah 3 huruf," katanya.

Lebih lanjut, Mariyono mengatakan bahwa pihaknya mempunyai tugas memverifikasi mungkin ada kesalahan waktu lima tahun yang lalu.

"Contohnya 5 tahun yang lalu ada kesalahan nomor 3000 blank dipakai mobil. Itu terjadi karena dulu tidak ada Perkap yang menaungi itu, dan sekarang sudah ada Perkap yang jelas masalah penomoran Ranmor, kita harus merubah itu. Sama halnya dengan nomor yang dulunya tidak urut, sekarang kita urutkan supaya nomor kendaraan tidak cepat habis," paparnya.

Mengeliminir Calo

Program Kasubdit Regident Polda Jabar, AKBP Mariyono yang sekarang sudah berjalan, yaitu setiap WP yang akan membayar pajak kendaraannya di Samsat akan menggunakan Id Card (kartu pengenal).

"Setiap Wajib Pajak yang datang ke Samsat, akan diberikan Id Card. Mau keluar masuk Samsat jelas, yang memang mengurus pajak, bukan orang lain. Jadi kita buat seperti itu, yang datang itu benar-benar WP bukan orang-orang yang memanfaatkan situasi. Hal tersebut untuk mengeliminir percaloan yang ada di Samsat," pungkasnya. (Herly/Rian)

Yossi - Aries Gunakan Jargon "Hebring" Hadapi Pilwalkot Bandung

Bandung, Sebelas12 - Yossi Irianto dan Aries Supriatna menggelar deklarasi Pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, yang diusung empat partai koalisi PDI-P, NasDem, Hanura, dan PPP, di Hotel Horison Bandung, Selasa (9/1/2017).

Meskipun acara terlihat sangat megah, namun Yossi menampik deklarasi sengaja digelar secara mewah. Menurutnya, momen deklarasi tersebut layaknya sebuah kontemplasi tentang budaya dan berbagi kebahagiaan bersama masyarakat khususnya para pendukung.

"Ngak, ngak mewah lah. Cuman karena banyak orang. Kan, tema momennya ada dua bagaimana kontemplasi untuk mengangkat budaya dan bagaimana juga mengangkat dari masyarakat kecil. Nggak ada hal berlebihan. Cuman tanpa disadari saya pun nggak yangka akan membludak seperti ini," kata Yossi kepada rekan-rekan media usai deklarasi.

Hal tersebut menjadi salah satu bukti besarnya animo dan dukungan terhadap Pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandun tersebut.

"Ini di luar dugaan. Saya pikir hanya sekitar 500-700 orang, selesai. Tapi ternyata lebih, ini jadi bentuk animo seluruh masyarakat. Makanya saya berterima kasih terutama kepada masyarakat yang cinta Yossi sama Aries," kata Yossi.

Dirinya  mengaku optimistis dengan langkah yang diambil. "Ya, setiap orang kan pasti punya rasa optimistis, saya tidak akan mengatakan seberapa persen besarannya. Tapi ya kalau bicara target ya sebesar-besarnya," terangnya.

Deklarasi yang digelar, bukan sesuatu yang perlu dianggap luar biasa dan hanya sebuah bentuk pengabdian kepada masyarakat. "Saya tidak mengatakan ini sesuatu yang luar biasa, enggak. Sepanjang itu adalah bentuk pengabdian saya pikir sama hakikatnya. Tapi yang harus dipahami, ini langkah menjemput takdir. Semua sudah ada yang mengatur. Jadi jalani saja apa yang dilakukan," tegasnya.

Usai menggelar deklarasi, Yossi Irianto - Aries Supriatna bergegas mempersiapkan diri untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung pada Rabu (10/1/2019). “Kami besok mudah-mudahan lancar (daftar ke KPU Kota Bandung),” ujarnya.

Untuk urusan strategi pemenangan, Yossi menyerahkan pada partai koalisinya, yakni PDI Perjuangan, NasDem, Hanura, dan PPP. “Saya dengan Kang Aries ya mengalir saja melaksanakan tugas yang memang harus dilakukan,” katanya.

Sementara urusan gagasan, Yossi mengaku tidak akan mengubah sesuatu dari pemerintahan Ridwan Kamil – M Oded Danial yang dirasa baik. Justru, dia ingin menyempurnakan sesuatu yang dianggap PR atau kurang baik.

Dalam Pilwalkot kali ini, semua gagasan Yossi terangkum dalam jargon “Hebring” (Hebat-Ringkas). Gagasan itu disemangati dengan memantapkan Bandung Juara yang berkeadilan, sekaligus memperbaiki yang kurang baik sebelumnya.

"Lewat ‘Hebring’, kami ingin membuat tata kelola yang lebih simpel, efektif, dan efisien. Hebat itu, kan, menjadi supporting untuk lahirnya juara-juara lain di Bandung. Makanya pasti hebat jadi hebring," pungkasnya. (*Red)

Saksi Ahli : HCL Kajian BIN dan Depkeu Adalah Perkumpulan Terlarang

Bandung, Sebelas12 - Persidangan kasus pidana pemakaian akta yang diduga berisi keterangan palsu yang dibuat di notaris Resnizar Anasrul, SH No. 3/18 November 2005 terus berlanjut. Kali ini persidangan menginjak ke 19 kalinya, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (10/1/2018).

Sidang kali ini beragendakan memintai keterangan saksi ahli dari Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham), Iwan Setiawan yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam kesaksiannya, Iwan mengatakan bahwa perkumpulan Belanda  yang bernama Het Christelijk Lyceum (HCL) adalah perkumpulan yang terlarang.

“Setelah dianalisa secara materil, HCL itu masuk kedalam organisasi terlarang. Karena didirikan oleh orang-orang Belanda. Karena organisasi terlarang, sifat badan hukumnya telah hilang. Dinyatakan HCL sebagai organisasi terlarang atas pengkajian dan analisa dari BIN dan Departemen Keuangan, sehingga masuk dalam Perpu 50 tahun 1960,” paparnya.

Oleh karena itu, menurutnya HCL tidak bisa dilanjutkan lagi badan hukumnya oleh organisasi atau perkumpulan lain. “Jadi menurut pendapat saya, HCL dan PLK itu tidak ada kaitannya, karena menggunakan badan hukum yang berbeda,” terangnya.

Pada sidang sebelumnya, yang digelar Kamis (14/12/2017) di PN Bandung, JPU juga menghadirkan saksi ahli dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Soma Wijaya, SH, MH.

Senada dengan Iwan, dalam kesaksiannya mengatakan bahwa dirinya berpendapat bahwa perkumpulan Belanda  yang bernama HCL adalah perkumpulan yang terlarang.

“HCL organisasi terlarang dikarenakan kala itu dibentuk oleh orang asing. Selama menggunakan AD/ART organisasi terlarang, organisasi tersebut sama dilarang meskipun anggota atau pengurusnya sudah berubah bukan orang asing,” katanya.

Soma menambahkan, dirinya mengacu kepada keputusan kementerian, bahwa HCL atau PLK tersebut merupakan organisasi terlarang. “Seharusnya notaris berhati-hati saat membuat akta. Suatu organisasi yang sudah dilarang, tidak boleh menggunakan AD/ART yang sama. PLK bukan terusan dari HCL. Secara pidana, tentang mempertanggungjawabkan bila pembuatan akta dengan keterangan palsu, semua orang yg sama-sama membuat akta tersebut akan kena semua,” terangnya.

Meskipun sudah memasuki sidang ke 19 kali, hanya  dihadiri terdakwa Gustav Pattipeilohy. Sementara terdakwa Maria Gorreti dan terdakwa Edward Seky Soeryadjaya selalu tidak bisa hadir, walaupun Edward kini menjadi tahanan di Kejagung, terkait kasus dugaan melakukan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero). (*Red)

Peluncuran Buku Dirut bank bjb: Menguji Teori The Irfan Model

Bandung, Sebelas12 - Kesuksesan bank bjb dalam 4 tahun terakhir yang berhasil mentransformasikan diri dari status sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi perbankan bertaraf nasional, tak lepas dari tangan dingin sang Direktur Utama Ahmad Irfan. 
Melalui berbagai strategi dan terobosannya, bank bjb berhasil meraih predikat sebagai salah satu dari 15 bank di Indonesia dengan kinerja bisnis terbaik dapat diraih.

Memimpin sejak tahun 2014, Ahmad Irfan mampu membawa bank bjb pada berbagai inovasi untuk meningkatkan daya saing di tengah ketatnya kompetisi industri perbankan dan kondisi ekonomi yang dipenuhi ketidakpastian.

Pengalamannya di dunia perbankan selama lebih dari 30 tahun, membuat Ahmad Irfan memiliki misi untuk meningkatkan daya saing bisnis BPD di Indonesia. Penelitian disertasi bersifat empiris dilakukan dan menghasilkan sebuah metode ilmu baru yang dinamakan The Irfan Model.

Dalam perjalanannya, pemikiran Ahmad Irfan tersebut kembali didokumentasikan dalam buku The Irfan Model: Manuver dan Strategi bank bjb di Tengah Ketidakpastian Ekonomi. 

Buku tersebut, merupakan seri kedua, setelah sebelumnya di penghujung tahun 2016 Ahmad Irfan telah berhasil dengan buku pertamanya yang berjudul Inside The Mind Of A Leader: Membangun Indonesia, Memahami Negeri.

Bahkan, buku The Irfan Model, akan diterbitkan oleh International Journal Mining Challenge Banking Society lantaran masuk dalam 40 dari 400 hasil penelitian terbaik di dunia. 
Artinya The Irfan Model dapat didebat dan diimplementasikan oleh dunia internasional karena telah divalidasi. 

"Jika teori The Irfan Model diuji atau digunakan oleh berbagai negara di dunia. Lalu berdampak sama positifnya (seperti bank bjb) maka bukan tidak mungkin, Ahmad Irfan berkesempatan meraih Nobel Prize," ujar Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Barat, Aldrin Herwany saat peluncuran buku The Irfan Model di Kantor Pusat bank bjb, Senin (18/12).

Meski pembahasan dalam buku The Irfan Model yang juga dicetak dalam format Bahasa Inggris, namun materinya lebih fokus pada penerapan bagi industri perbankan khususnya BPD. Intisari pemikiran dan strategi yang dijabarkan juga dapat digunakan untuk segala bidang usaha.

The Irfan Model menjelaskan bahwa untuk meningkatkan daya saing khususnya bagi BPD, diperlukan formula dan strategi yang tepat melalui tiga pendekatan yaitu adopsi teknologi, manajemen inovasi dan pengelolaan sumber daya.

Sementara aspek lingkungan bisnis, kompetensi inti dan kepemimpinan juga memiliki pengaruh terhadap pengembangan strategi bersaing melalui pengelolaan sumber daya perusahaan baik berwujud maupun tidak.

"Teknologi berpengaruh bagi perkembangan bisnis. Teknologi tidak dapat ditawar lagi maka perbankan harus selalu berinovasi mengikuti perkembangan pasar. Sementara inovasi sangat berpengaruh terkait budaya organisasi dan lingkungan bisnis," ujar Ahmad Irfan pada waktu dan kesempatan yang sama.

Secara spesifik, penelitian terkait The Irfan Model belum pernah dilakukan sebelumnya. Secara akademik The Irfan Model dapat mengisi literatur atas penelitian yang telah ada. Dalam menjalankan studinya, Ahmad Irfan menggunakan metode exploratory research yang berarti penelitian dibangun dari sekumpulan teori untuk membentuk sejumlah hipotesis.


Lalu secara nyata, The Irfan Model dapat menjadi solusi dalam menghadapi kompleksitas dan ancaman integrasi bisnis perbankan, khususnya bagi BPD. Tujuannya agar dapat menyelematkan BPD dan terhindar dari infiltrasi Masyarakat Ekonomi Asean 2020.

Pasalnya, BPD memiliki keunikan dibandingkan dengan kategori bank lain. Keunikan terletak pada dukungan kuat dari pemerintah daerah, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Namun, keunikan tersebut dapat berdampak buruk bagi BPD jika tetap berada pada zona nyaman.

Terlebih, dalam dua tahun terakhir serbuan era digitalisasi melalui financial technology atau fintech hadir dan mulai mengerjakan pekerjaan bank. Artinya, adaptasi terkait perkembangan zaman dan teknologi harus selalu dilakukan oleh bank konvensional guna menuju transaksional banking bahkan kultural.

"Adopsi teknologi adalah pengendali dari seluruh BPD di Indonesia. Bukan hanya mengetahui namun harus melakukan pemutakhiran teknologi. Arahnya hanya dua, bersinergi atau bersaing (dengan fintech). Kalau kuat maka buka persaingan. Namun kalau tidak merasa kuat maka harus mau bersinergi," ujar Ahmad Irfan.

Sebenarnya, konsep dalam The Irfan Model merupakan strategi yang telah dilakukan oleh bank bjb di masa kepemimpinan Ahmad Irfan. Strategi tersebut terbukti tepat karena bank bjb hadir sebagai BPD terbaik di segala bidang baik total aset, laba bersih, penyaluran kredit hingga jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK).

"Menerbitkan buku ini adalah amal ibadah karena satu ilmu yang kami tularkan akan dibalas dengan seribu ilmu yang didapat. Kami berdoa semoga ini dapat bermanfaat bagi setiap lini kehidupan di masa depan," ujar Ahmad Irfan. (*Red)

Amankan Pilkada Serentak 2018, Polda Jabar Terjunkan 21,438 Personil



Bandung, Sebelas12 - Guna pengamanan Pilkada Serentak 2018, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat menggelar Apel Pasukan Operasi MANTAP PRAJA LODAYA 2018 dan Pengamanan Pilkada Serentak 2018 di Lapangan Gasibu Bandung, Jumat (5/1).

Dalam giat Apel Pasukan itu juga ditandai dengan penandatanganan MoU atau Nota kesepahaman antara KPUD Jabar dan Polda Jabar terkait penyelenggaraan Pilgub Jabar tahun 2018, yang turut dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dr. H. Ahmad Heryawan, LC.M.Si, Kapengti Jawa Barat, H. Arwan Bryan, SH,MH, Ketua Komisi I DPRD  Jabar, AS Intel Kodam III /Siliwangi, Kolonel Inf. Asep Ridwan, PLT Kajati Jabar, Dr. Mohamad Dofir, SH, MH, Ketua KPU Jabar, Dr. H. Yayat Hidayat, M.Si, Kapolrestabes Bandung beserta jajaran, Ketua Bawaslu Jabar, Drs. Harminus Koto, dan para Kepala Dinas Pemprov Jabar.

Disampaikan Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, bahwa Pilkada Serentak tahun 2018 sudah memasuki tahapan-tahapan yang ditetapkan oleh KPUD, hari senin pekan depan tanggal 8 Januari 2018 sudah memasuki tahapan pendaftaran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

"Sesuai dengan tahapan pilkada serentak dimana tanggal 8 januari insha Allah hari Senin depan itu pasangan calon baik Gubernur, Bupati, atau Wali Kota sudah mulai mendaftar maka pada kesempatan ini sebelum pengamanan dilaksanakan, kita melaksanakan gelar pasukan mengecek kesiapan personil, sarana dan pra sarana," kata Agung.

Pihaknya juga sudah menyiapkan sebanyak 21,438 personil yang akan diturunkan untuk pengamanan Pilkada Serentak tahun ini.

"Dari atas hal tersebut kami informasikan bahwa jumlah kekuatan Polda dengan jajarannya kurang lebih 21,438 yang akan diturunkan pada pengamanan pilkada serentak," katanya.

Lebih lanjut Agung mengatakan, ada sekitar 60 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di seluruh daerah Jawa Barat. Begitupun dengan proses kampanye pasangan calon, maka kita akan menyiapkan pengamanan yang ekstra untuk kedua tahapan tersebut.

"Tahapan yang paling banyak adalah tahapan pungut suara, karena kurang lebih 60 ribu lebih TPS yang digelar diseluruh Jawa Barat maka itu akan menjadi kekuatan personil termasuk juga pada tahapan kampanye, tapi yang paling banyak adalah pungut suara," terangnya.

Oleh karena itu, pada tahapan ini, Polri akan dibantu oleh teman-teman dari TNI sebanyak 2700 personil atau 27 kombi setingkat SSK. Dan di TPS sendiri akan dibantu juga oleh Linmas dan yang lain sebagainya.

Selain itu, hal yang paling penting dalam Pilkada Serentak adalah mengenai anggaran, dan Alhamdulillah untuk anggaran sendiri sudah di cover oleh Pemerintah Provinsi dan DPRD. "Seluruh kebutuhan Pilkada Provinsi sudah dipenuhi semua oleh Gubernur selaku pemimpin Provinsi dan DPRD dan kita siap untuk mengamankan," pungkasnya. (*Red)