Bandung, Sebelas12 - Guna pengamanan
Pilkada Serentak 2018, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bersama Kepolisian
Daerah (Polda) Jawa Barat, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat
menggelar Apel Pasukan Operasi MANTAP PRAJA LODAYA 2018 dan Pengamanan Pilkada
Serentak 2018 di Lapangan Gasibu Bandung, Jumat (5/1).
Dalam giat Apel
Pasukan itu juga ditandai dengan penandatanganan MoU atau Nota kesepahaman
antara KPUD Jabar dan Polda Jabar terkait penyelenggaraan Pilgub Jabar tahun
2018, yang turut dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dr. H. Ahmad Heryawan, LC.M.Si, Kapengti
Jawa Barat, H. Arwan Bryan, SH,MH, Ketua Komisi I DPRD Jabar, AS Intel Kodam III /Siliwangi, Kolonel
Inf. Asep Ridwan, PLT Kajati Jabar, Dr. Mohamad Dofir, SH, MH, Ketua KPU Jabar,
Dr. H. Yayat Hidayat, M.Si, Kapolrestabes Bandung beserta jajaran, Ketua
Bawaslu Jabar, Drs. Harminus Koto, dan para Kepala Dinas Pemprov Jabar.
Disampaikan Kapolda
Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, bahwa Pilkada Serentak tahun 2018 sudah
memasuki tahapan-tahapan yang ditetapkan oleh KPUD, hari senin pekan depan
tanggal 8 Januari 2018 sudah memasuki tahapan pendaftaran pasangan calon
Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.
"Sesuai dengan tahapan pilkada serentak dimana tanggal 8 januari insha Allah hari Senin depan itu pasangan calon baik Gubernur, Bupati, atau Wali Kota sudah mulai mendaftar maka pada kesempatan ini sebelum pengamanan dilaksanakan, kita melaksanakan gelar pasukan mengecek kesiapan personil, sarana dan pra sarana," kata Agung.
"Sesuai dengan tahapan pilkada serentak dimana tanggal 8 januari insha Allah hari Senin depan itu pasangan calon baik Gubernur, Bupati, atau Wali Kota sudah mulai mendaftar maka pada kesempatan ini sebelum pengamanan dilaksanakan, kita melaksanakan gelar pasukan mengecek kesiapan personil, sarana dan pra sarana," kata Agung.
Pihaknya juga sudah
menyiapkan sebanyak 21,438 personil yang akan diturunkan untuk pengamanan
Pilkada Serentak tahun ini.
"Dari atas hal
tersebut kami informasikan bahwa jumlah kekuatan Polda dengan jajarannya kurang
lebih 21,438 yang akan diturunkan pada pengamanan pilkada serentak,"
katanya.
Lebih lanjut Agung
mengatakan, ada sekitar 60 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di
seluruh daerah Jawa Barat. Begitupun dengan proses kampanye pasangan calon,
maka kita akan menyiapkan pengamanan yang ekstra untuk kedua tahapan tersebut.
"Tahapan yang
paling banyak adalah tahapan pungut suara, karena kurang lebih 60 ribu lebih
TPS yang digelar diseluruh Jawa Barat maka itu akan menjadi kekuatan personil
termasuk juga pada tahapan kampanye, tapi yang paling banyak adalah pungut
suara," terangnya.
Oleh karena itu, pada
tahapan ini, Polri akan dibantu oleh teman-teman dari TNI sebanyak 2700
personil atau 27 kombi setingkat SSK. Dan di TPS sendiri akan dibantu juga oleh
Linmas dan yang lain sebagainya.
Selain itu, hal yang paling penting dalam Pilkada Serentak adalah mengenai
anggaran, dan Alhamdulillah untuk anggaran sendiri sudah di cover oleh
Pemerintah Provinsi dan DPRD. "Seluruh kebutuhan Pilkada Provinsi sudah
dipenuhi semua oleh Gubernur selaku pemimpin Provinsi dan DPRD dan kita siap
untuk mengamankan," pungkasnya. (*Red)







Tidak ada komentar: