Bandung,
Sebelas12 – Kebiasaan melaksanakan sholat subuh
berjamaah akan menunjukan kembali budaya agamis masyarakat Kota Bandung, maka
dari itu, Pemerintah Kota Bandung berbondong-bondong menyerukan kebiasaan
sholat subuh berjamaah sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat Kota Bandung
untuk meramaikan mesjid.
Hal
tersebut disampaikan Ridwan Kamil saat memberikan Tausiah dalam gerakan Sholat
Subuh Keliling (Subling) bersama Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto di
Mesjid Al-Ihsan, Jalan Kencana, Perumahan Bumi Kopo Kencana, Kota Bandung.
"Dengan
kebiasaan Sholat Subuh Berjamaah seperti ini, akan menimbulkan kembali budaya
agamis yang menjadi ciri khas orang Bandung. Dengan itu, kami dari Pemerintah
Kota Bandung selalu menyerukan untuk Sholat Subuh Berjamaah," katanya.
Menurut Ridwan Kamil, nikmat menjadi orang Islam adalah Ibadah. Sehingga
hidup yang dijalani tidak akan sia-sia. Segala sesuatu diniatkan dengan ibadah,
setiap energi yang
dikeluarkan akan menjadi manfaat bagi hidup manusia.
"Salah
satu nikmat menjadi umat muslim Islam ialah rangkaian ibadahnya. Jika segala
aktifitas diniatkan karena ibadah segalanya tidak akan sia-sia. Dan segala
energi yang dikeluarkan dari diri kita akan bermanfaat," katanya, yang lebih akrab disebut Emil.
Lebih lanjut Emil mengatakan, dalam memimpin
dirinya memegang teguh kandungan Kitab Suci Al-Qur'an. Dalam surat Ali-Imran ayat 26 tentang
kesementaraan manusia, maka dari itu, Emil mengingatkan kepada semua janganlah membanggakan
sebuah jabatan karena semua itu hanya sementara.
"Di
surat Ali-Imran ayat 26 itu selalu menjadi patokan tentang kesementaraan kita,
intinya jangan terlalu bangga dengan jabatan yang kita emban itu hanya
judul-judulan, yang terpenting sebagai manusia harus bermanfaat buat
semua," katanya.
Dirinya berpesan kepada semua warga Kota Bandung untuk
selalu mentaati peraturan,
sehingga Kota Bandung yang sudah ditata akan terjaga keindahannya. Selain itu,
Emil menambakan harus ada penerapan yang baik segala sesuatu ilmu yang di dapat
dalam setiap pengajian yang digelar rutin di mesjid.
"Pesan
dari saya harus taat aturan, pasti Kota Bandung akan terjaga keindahannya. Saya
sering mendapati ibu-ibu pulang dari mesjid membuang sampah sembarangan ke Sungai Cikapundung,
sehingga saya merenung tolabul ilmi ke mesjid kan untuk menjadikan seseorang
menjadi sholeh dan sholehah
tetapi kenapa masih ada yang mengotori Kota Bandung, jadi ilmu yang kita dapatkan
dalam pengajian harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," pesannya.
Emil
berharap, masyarakat Kota Bandung menjadi orang yang pandai bersyukur, pandai
bersabar, banyak kegiatan positifnya, dan untuk pemimpin lebih membaur dengan
masyarakatnya dengan turun tangan secara langsung bukan lepas tangan.
"Saya
berharap masyarakat Kota Bandung menjadi orang yang selalu bersyukur, bersabar
dan untuk pemimpinnya seperti camat, lurah dan yang lainnya untuk turun
langsung ke masyarakat dalam menyelesailan sesuatu dan semoga Kota Bandung
selalu dilindungi oleh Allah SWT," harapnya. (***)






