Bandung, Sebelas12 - Wali
Kota Bandung M. Ridwan Kamil mengapresiasi kinerja para Aparatur Sipil
Negara di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang telah menunjukkan
prestasi kerja yang positif dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Hal
itu disampaikannya dalam gelar peringatan Hari Otonomi Daerah tingkat
Kota Bandung yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Pendidikan
Nasional di Plaza Balai Kota Bandung, Selasa (2/5/2017).
Dalam paparannya, ia menyebutkan
berbagai prestasi yang berhasil diraih Kota Bandung dalam hal reformasi
birokrasi. Penghargaan tersebut antara lain peringkat 1 nasional Laporan
Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Kementerian Dalam Negeri RI,
peringkat 6 nasional untuk Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(LPPD) dari Kementerian Dalam Negeri RI, dan rapor hijau yang
diterbitkan oleh Ombudsman Republik Indonesia. “Mudah-mudahan Bandung
menjadi contoh bagaimana reformasi otonomi daerah yang berjalan dengan
sebaik-baiknya,” ucap Ridwan.
Oleh karena itu, Ridwan mengingatkan
para pejabat publik agar senantiasa meningkatkan performa pelayanan
publik di instansinya masing-masing. Ia ingin agar prestasi ini tidak
kendor dan menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik.
Ridwan mengatakan, Kota Bandung telah
berupaya melaksanakan amanat otonomi daerah dengan semaksimal mungkin.
Salah satu upayanya adalah dengan mengoptimalkan konsep desentralisasi
melalui konsep Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan
(PIPPK). Menurutnya, konsep ini telah mampu mengakselerasi pembangunan
hingga tak sejengkal tanah pun yang tak tersentuh pembangunan di kota
kembang ini. “Tidak ada cara yang paling baik untuk melaksanakan
semangat partisipasi pembangunan selain PIPPK. Tidak ada alasan jjuga
bahwa pertumbuhan pembangunan di tingkat kewilayahan akan terhambat
karena keterbatasan sarana dan prasarana,” tuturnya.
Sejalan dengan program yang digulirkan
oleh pemerintah pusat, tahun ini berbagai perubahan didorong untuk
mengskalasi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ada lima amanat
pemerintah pusat yang dititipkan kepada pemerintah daerah.
Pertama, memperkuat hubungan yang
harmonis antara kepala daerah dan DPRD, serta Forum Komunikasi Pimpinan
Daerah sebagai sesama unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Kedua,
meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah guna mewujudkan
proses penyelenggaraan pemerintahan daerah yang baik dan bersih.
Ketiga, memprioritaskan program
pembangunan daerah yang meningkatkan kesejahteraan rakyat. Keempat,
meningkatkan daya saing perekonomian daerah di tengah percaturan ekonomi
regional dan global, termasuk era masyarakat ekonomi ASEAN. Kelima,
meningkatkan keterbukaan informasi publik melalui pelayanan informasi
dan dokumentasi publik di lingkungan pemerintahan secara efektif,
efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pada rangkaian upacara Hari Otonomi
Daerah itu, Wali Kota Bandung menyematkan penghargaan Satya Lencana
Karya Satya kepada para Pegawai Negeri Sipil yang telah mengabdi selama
10, 20, dan 30 tahun. Penghargaan itu, salah satunya, diberikan kepada
Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto yang menerima Satya Lencana
Karya Satya 30 tahun. (*red)






