Bandung, Sebelas12 - Kebangkitan
berarti bangun dari keterpurukan, bangun dari kondisi tidak nyaman
menuju perubahan. Itulah makna kebangkitan yang disampaikan Wali Kota
Bandung M. Ridwan Kamil usai memimpin upacara peringatan Hari
Kebangkitan Nasional di Balai Kota Bandung, Senin (22/5/2017).
Menurutnya, kebangkitan nasional hari
ini harus ditandai dengan bangkitnya paradigma masyarakat dalam
menanggapi berbagai informasi. Peningkatan kemampuan literasi menjadi
kunci agar masyarakat lebih cerdas dan tidak mudah tergiring isu yang
belum jelas kebenarannya.
“Hari ini kita harus bangkit melawan
provokasi-provokasi melalui informasi. Isu hoax itu harus dilawan,”
tuturnya.
Ia khawatir jika warganya mengonsumsi
berita palsu akan memecah belah persatuan dan membuat ketidaknyamanan
sosial terjadi di Kota Bandung. Namun ia optimis bahwa perubahan akan
segera hadir karena pihaknya telah mengupayakan berbagai program untuk
peningkatan literasi masyarakat. “Kita ada program perpustakaan di
kelurahan dan di taman. Kami berharap Indonesia bisa naik kelas sebagai
bangsa yang lebih cerdas dengan kebangkitan literasi tadi,” ujarnya.
Pada skala nasional, kebangkitan
ditandai dengan semakin meratanya pembangunan ke seluruh Indonesia
secara berkeadilan. Pemerintah pusat telah mendistribusikan pasokan
listrik ke 2.500 desa yang sebelumnya tidak pernah teraliri listrik.
Pemerintah mencanagkan program subsidi
listrik untuk masyarakat kelas menengah bawah. Adapun relokasi subsidi
listrik tahun 2016 senilai Rp12 triliun bisa dialihkan untuk menunjang
sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Pembangunan di bidang
infrastruktur yang berkeadilan dilakukan dengan membangun jalan
Trans-Papua. Dari 4.300 km jalan raya Trans-Papua, 2.800 km diantaranya
telah dibuka.
“Salah satu kebangkitan nasional itu, pesan dari Presiden,
adalah mengurangi kesenjangan, salah satu cara adalah dengan
memperbanyak akses teknologi sehingga yang jauh bisa diangkat
kesejahteraannya melalui sistem digital,” jelas Ridwan.
Pemerintah memang tengah melakukan uaya
pemerataan di sektor komunikasi dan informatika melalui program Palapa
Ring. Program ini dilakukan dengan membangun jaringan tulang punggung
serat optic nasional untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia
sehingga keberadaan internet berkecepatan tinggi dapat dinikmati secara
luas. “Sehingga dimanapun warga Indonesia berada bisa terakses secara
baik, bisa menyalurkan aspirasi secara baik,” pungkasnya. (*red)






