Bandung, Sebelas12 - Wali
Kota Bandung M. Ridwan Kamil menginstruksikan kepada PD. Pasar
Bermartabat untuk mengedukasi masyarakat tentang pilihan konsumsi daging
sapi beku dalam kemasan. Selama ini, ia melihat bahwa masyarakat masih
enggan mengkonsumsi daging beku karena kurangnya pengetahuan. “Konsumen
tidak terlalu suka daging beku bukan karena daging beku bermasalah,
tetapi karena kurang edukasi bahwa ternyata justru daging beku itu lebih
higienis, harga lebih murah. Tapi ternyata pengetahuan ini belum
sampai,” ujar Ridwan usai mendampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto
Lukito melakukan survei harga sembako di Pasar Kosambi Kota Bandung,
Jumat (5/5/2017).
Para penjual daging sapi di Pasar
Kosambi, menurutnya, juga sudah siap menjual daging beku yang dipasarkan
oleh Bulog. Mereka telah memiliki alat pendingin di kiosnya
masing-masing untuk media penyimpanan.
Hal itu pula yang ditekankan oleh
Menteri Enggartiasto saat kunjungan tersebut. Daging beku masih
menempati urutan kedua setelah daging segar. Padahal menurutnya, daging
beku sebetulnya lebih higienis.
Enggartiasto menyebutkan, saat ini
masyarakat perlu pemahaman bahwa mereka memiliki pilihan baru dalam
mengkonsumsi daging sapi. Tidak hanya ada daging segar, tetapi ada pula
daging beku. Namun menurutnya daging beku ini belum populer di
masyarakat. “Sementara ini masyarakat masih menganggap bahwa daging beku
itu kurang manis dan sebagainya, padahal daging beku itu lebih
higienis. Tapi biar masyarakat memilih bahwa kualitas yang bagus itu ada
pilihan,” tuturnya.
Selain lebih higienis, harga daging beku
juga relatif lebih murah. Enggartiasto menyebutkan harganya bisa turun
dengan harga maksimal Rp80.000. Dengan begitu, masyarakat lebih punya
pilihan konsumsi daging sapi.
Di sisi lain, kondisi pasokan daging
sapi untuk seluruh wilayah Kota Bandung dinyatakan aman oleh
Enggartiasto. Hingga empat bulan ke depan, warga tidak perlu khawatir
kekurangan stok daging sapi. “Jangan ada kekhawatiran karena kita semua
bersama-sama Pak Wali dan Kadisperindag punya tim pengendalian pangan.
Mereka akan mengawasi betul-betul, jika ada upaya spekulasi menahan stok
pasti kita tindak,” tegasnya. (*red)






