Bandung, Sebelas12 - Di
kewilayahan dengan adanya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)
diharapkan mampu menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat untuk
dapat berpartisipasi dalam pembangunan dalam kegiatan perencanaan,
pergerakan, pengkoordinasian, dan mendorong swadaya masyarakat.
Dikatakan Sekretaris Daerah Kota Bandung
Yossi Irianto dalam arahannya saat menyaksikan pelantikan ketua dan
pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sarijadi
Kecamatan Sukasari periode 2017-2020 di Gedung Serbaguna RW.04 Kelurahan
Sarijadi, Jumat (5/5/2017). “Sejatinya LPM diharapkan mampu
menerapkan konsep pembangunan Bottom-Up Planning, sebuah konsep
pembangunan yang mengedepankan masyarakat sebagai pemeran utama dalam
proses pembangunan dalam setiap tahap mulai dari proses perencanaan,
pelaksanaan sampai evaluasi pembangunan,” tutur Yossi.
Perencanaan pembangunan yang baik itu
ketika prosentase Bottom-Up Planning proporsional dengan Top-Down
Planning (perencanaan yang digagas pemerintah) proporsional. Dikatakan
Yossi, “Pondasi pembangunan yang paling kuat itu dimana ketika bagaimana
proses perencanaan pembagunan berangkat dari usulan masyarakat, dan LPM
mempunyai posisi yang strategis yang mampu menjembatani antara warga
dengan pemerintah, LPM harus mampu memayungi seluruh kegiatan-kegiatan
yang ada di kewilayahan,” katanya.
Yossi mengatakan LPM perlu didorong
untuk berdiri dan bergerak bersama-sama dengan kelompok-kelompok
masyarakat dan aparatur kewilayahan sejalan dengan Program Inovasi
Pemberdayaan Pembagunan Kewilayahan (PIPPK) sebagai babak baru
pembangunan di tingkat Rukun Warga (RW) ditiap kewilayahan Kota Bandung.
“PIPPK lahir sebagai inovasi pembangunan di kewilayahan sebagai bagian
dari strategi bagaimana kue-kue pembangunan bisa terurai dengan cepat
sehingga bisa terasa keseluruh masyarakat, dan saya ingin LPM hadir dan
menjadi inisiator terhadap kegiatan di kelurahan yang berkaitan dengan
PIPPK,” pungkas Yossi. (*red)






