Bandung,
Sebelas12 - Sebuah sikap yang patut diteladani, Atit
Cintawati, Penilik PAUD di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung, sangat
semangat melaksanakan Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-89 Tingkat Kota Bandung di
Plaza Balai Kota Bandung, Senin (30/10/2017).
Ia berdiri paling
depan dan mengikuti upacara dengan khidmat meskipun harus menggunakan kruk
untuk menyangga tubuhnya. Hal itu menjadi perhatian Wakil Wali Kota Bandung
Oded M. Danial yang saat itu tengah bertindak selaku Inspektur Upacara. Di
akhir amanatnya, ia memberikan apresiasi khusus kepada Aparatur Sipil Negara
(ASN) itu.
"Saya
mengapresiasi ASN yang sangat luar biasa, berdiri paling depan meskipun ibu
harus menggunakan tongkat," ucap Oded.
Selesai upacara, Oded
menghampiri dan menyalami Atit, didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung
Yossi Irianto dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana. Ia
lantas memberikan apresiasi langsung kepada Atit. "Saya saja kadang suka
pegel, tapi ibu itu luar biasa," katanya.
Atit memang telah 12
tahun menggunakan kruk, setelah kakinya dioperasi karena kecelakaan. Ia harus
menerima ketika kaki kanannya lepas tulang engsel.
Namun dirinya tidak
merasa itu sebagai halangan untuk melaksanakan kewajiban. Selaku ASN, ia merasa
memiliki tanggung jawab untuk patuh pada aturan. "Saya cuma menjalankan
tugas saja, sebagai ASN harus patuh pada aturan," ungkap Atit.
Ia telah mengabdi
sebagai ASN sejak tahun 1984. Mengawali karir sebagai guru kesenian, kini ia
menjadi penilik PAUD. Di Hari Sumpah Pemuda
ke-89 ini, ia berharap para pemuda bisa menjadi insan yang bermanfaat.
"Semoga pemuda semakin maju, kreatif, dan sukses," katanya.
Hal itu sejalan
dengan amanat peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Kota Bandung yang
mengangkat tema "#BeraniBersatu". Pemerintah kota terus
mengampanyekan melalui berbagai program agar generasi muda selalu menjadi warga
yang kompetitif dan berdaya saing global.
Bandung Kota Layak Pemuda
Penghargaan Kota
Layak Pemuda yang dianugerahkan kepada Pemerintah Kota Bandung pada hari Sabtu
28 Oktober 2017 di Kota Padang, menjadi pengakuan bahwa kota ini memiliki
perhatian besar pada pemuda. Berbagai pencapaian Kota Bandung menjadi ukuran
sehingga pemerintah pusat memberikan penghargaan tertinggi.
Hal itu karena Kota
Bandung adalah satu-satunya kota yang telah memiliki Peraturan Daerah tentang
pemuda, yakni Perda No. 1 tahun 2016. Selain itu, kebijakan anggaran pemerintah
yang sangat berpihak pada pemuda juga menjadi nilai tambah.
"Kita kan
memberikan anggaran Rp. 100 juta kepada Karang Taruna. Hanya Kota Bandung
se-Indonesia yang punya kebijakan itu," ucap Oded.
Penghargaan tersebut
menjadi kado penting untuk Bandung di Hari Sumpah Pemuda tahun ini. Sejak
menggagas Kota Pemuda tahun 2015 lalu, Kota Bandung terus berkontribusi agar
bonus demografi tahun 2020 menjadi lompatan kemajuan pembangunan.
Sementara itu, Kepala
Bidang Kepemudaan, Sony Teguh Prasatya mengungkapkan, ada beberapa faktor lain
yang membuat Bandung meraih Anugerah Utama Kota Layak Pemuda.
"Kebijakan
anggaran baik dari pemimpin kota dengan jajarannya, termasuk kebijakan dari
legislatif sangat berpihak kepada pemuda, dukungan kepada KNPI, kepramukaan dan
juga kepada program kepemudaan sangat baik dan cukup besar," tutur Sony.
Selain itu, struktur
organisasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung yang berdiri sendiri juga
menjadi penilaian. Struktur yang menangani pemuda berdiri khusus, tidak
digabung dengan dinas lain. "Kalau kota lain ada yang masuknya ke Disdik
atau Disbudpar," katanya.
Sony menambahkan, fasilitas
yang mendukung aktivitas pemuda juga sangat diperhatikan, Taman-taman tematik
banyak yang dikelola dan menjadi pusat aktivitas pemuda, seperti taman foto,
taman film, taman musik, dan sebagainya. "Dari infrastruktur juga kita
mendukung pemuda. Karena memang usia di bawah 30 tahun itu mendekati 50%,"
katanya.
Namun yang paling
menyumbangkan bobot tertinggi adalah kesinergian antara program pemerintah
dengan aktivitas kepemudaan.
"Bobot yang
paling utama adalah bagaimana pemerintah menyinergikan dan kolaborasikan
gerakan itu semua kepada arah pembangunan pemuda. Ini yang dinilai sehingga
Bandung dianggap layak oleh kementerian sebagai penerima Anugerah Utama Kota
Layak Pemuda di Indonesia," pungkasnya. (*Red)






