sponsor

sponsor

Iklan

Featured

" });

Nasional

Jawa Barat

Ragam

Bandung Raya

Pendidikan

Olah Raga

Wisata

Laga Persib vs Bali United Diamankan 1.049 Personel

Bandung, Sebelas12 - Menjelang kick off Liga 1, Persib Bandung bakal melakoni laga persahabatan melawan Bali United. Kendati pertandingan persahabatan, kehadiran dua mega bintang Michael Essien dan Carlton Cole di skuat 'Maung Bandung', membuat ribuan bobotoh atau suporter Persib diprediksi bakal hadir. Aparat gabungan siap mengamankan pertandingan.

Laga persahabatan tersebut rencananya digelar Sabtu 8 April 2017. Pertandingan dihelat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat.

"Kapasitas stadion di atas 30 ribu, dan informasinya tiket sudah habis. Dengan berkumpulnya banyak massa, maka perlu pengamanan," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (7/4/2017).

Rencana pengamanan sudah disiapkan. Sebanyak 1.049 personel keamanan dari berbagai instansi dikerahkan untuk kelancaran laga persahabatan tersebut.

"Dalam pertandingan itu, kita mengantisipasi ancaman-ancaman yang bisa saja terjadi dari mulai pengadangan, perkelahian antar suporter, kerusuhan, atau tindak pidana lainnya," kata Hendro.

Skema pengamanan ring, akan diterapkan polisi dalam mengamankan jalannya laga. Titik-titik yang bakal di amankan dari mulai area dalam stadion, pintu masuk ke dalam tribun penonton, gerbang stadion, dan area parkir.

"Kita juga siapkan escape. Manakala ada situasi kontinjensi, ada kekuatan pengawalan dari Brimob," ujar Hendro.

Tidak hanya pengamanan di area stadion, para bobotoh mendapat pengawalan selama perjalanan menuju ke Stadion GBLA. Polisi menyebar ke setiap jalur menuju stadion.

"Ada 28 Polsek yang turun langsung. Di masing-masing titik rawan, akan dijaga 10 personel," pungkasnya. (dtk)

Menpora : Pemuda Harus Bisa Membangun Jiwa Optimisme Untuk Menjadi Pemimpin

sebelas12.com - Menpora Imam Nahrawi didampingi Staf Khusus Pemuda Zainul Munasichin membuka Pendidikan dan Pelatihan Kader Kepemimpinan dan Kepeloporan Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Perserikatan Organisasi Kepemudaan Tingkat Nasional (Poknas) bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Hotel Primebiz Cikarang, Jawa Barat pada Selasa (21/12) siang. Turut hadir dalam acara ini Anggota DPRD Kab. Bekasi Edy Kurtubi.
 
Dalam sambutannya Menpora Imam Nahrawi menyampaikan bahwa pemuda pada dasarnya mempunyai kemampuan menjadi pemimpin dan pelopor, akan tetapi ada hal penting yang harus dipahami oleh pemuda yaitu optimisme, disiplin serta mengakui adanya proses yang membutuhkan waktu cukup panjang."Bung Karno mengatakan "bermimpilah setinggi mungkin seperti bintang dilangit, kalaupun jatuh, kalian masih berada diantara bintang-bintang", artinya bahwa ita semua harus sadar betul tentang pentingnya membangun optimisme dalam jiwa seorang pemimpin, " ujarnya.
 
Imam melanjutkan bahwa generasi muda Indonesia harus banyak belajar dari perjuangan pahlawan Indonesia dalam bidang olahraga yang meberikan prestasi ditingkat dunia."Kita menyaksikan bagaimana perjuangan kesebelasan Tim Nasional Garuda Indonesia dalam Piala AFF 2016, bahkan sebelumnya Ganda Campuran Bulutangkis Indonesia Tantowi/Lilyana pada Olimiade Brasil, selanjutnya saya menunggu bibit pahlawan baru untuk terlibat dalam pembangunan nasional dan mengukir prestasi di tingkat dunia, " lanjutnya.
 
"Saya mengajak kepada kita semua, terutama yang hadir pada pelatihan ini, marilah kita melatih diri dan jiwa kepemimpinan yang dimiliki, terlibat aktif di berbagai ruang pemberdayaan, menjadi pelopor perubahan selama kita mampu, pemuda harus hadir sebagai solusi permasalahan ditengah masyarakat berdasarkan falsafah Pancasila, mengedaankan kemanusiaan, persatuan dan pembangunan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan, " tutupnya.
 
Sebelumnya Ketua Umum Poknas Ahmad Yani Panjaitan menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan dan pendidikan yang dilaksanakn adalah murni untuk kepentingan pendidikan dan pelatihan kader-kader pemuda. "Poknas adalah organisasi berdiri sejak 2010, saat itu sebagai organisasi yang memberikan sumbangsih dalam penyatuan KNPI pada saat itu yang terpecah. Saat ini telah bergabung sebanyak 46 organisasi kepemudaan
 
"Dalam pelatihan dan pendidikan ini akan memberikan wawasan dan pengetahuan umum yang aplikatif kepada kader kepemudaan, materi yang akan diberika berula diskusi, manajemen, administrasi praktis, dan lain-lain, " ujarnya. (dre)

Inspektorat Kemenpora Gelar Workshop Mekanisme Penetapan Unit Kerja

sebelas12.com - Plt Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Yuni Poerwanti membuka Workshop Mekanisme Penetapan Unit Kerja Senagai Zona Integritas dan Penerapannya di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Auditorium Wisma Menpora,Kamis (22/12) pagi. 
 
Yuni Poerwanti mengharapkan Kemenpora mampu menerapkan zona integritas di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Saya memberikan apresiasi kepada Inspektorat Kemenpora yang tidak henti-hentinya untuk mengupayakan terwujudnya zona integritas ini, " ujar Yuni.
 
Pada kesempatan tersebut Yuni juga mengucapkan selamat hari Ibu, ia memaknai dan mengumpamakan sebuah lembaga negara itu seperti seorang ibu. "Pada hari ini bertepatan dengan Hari Ibu tanggal 22 Desember, dalam memaknai Hari Ibu ini kita bisa memaknainya sebagai sebuah lembaga. Seorang ibu didalam rumah tangga memerlukan karakter khusus, memiliki mutu dan potensi serta menggambarkan integritas dan kejujuran, " ujarnya. 
 
"Jika didalam rumah tangga itu anak-anaknya baik, maka ibunyalah yang baik, jika anak-anaknya sukses, maka ibu dan keluarganya yang dianggap sukses, ketika anak-anak ini kita umpamakan senagai ASN (Aparatur Sipil Negara), maka jika ASN nya baik, beretika, bermoral, memiliki kejujuran dan integritas maka lembaga tempat dia bekerja akan memiliki integritas pula, " lanjutnya.
 
"Oleh sebab itu saya mengajak kita semua untuk bisa mewujudkan prinsip moral dan etika bangsa dimulai dari individu, lingkungan dan lembaga, untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa dan negara, " ujar Yuni. 
 
Sebagai narasumber adalah Kepala Bidang Pengaduan Aparatur Kementerian PAN dan RB, Titi Saraswati dan Inspektur 1 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Karyaningsih. Peserta workshop meliluti Pejabat Eselon I, Eselon II, Eselon III dan Eselon IV di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga.(dre)

Menpora Terima Presiden Soxna Soccer Center Academy

sebelas12.com - Menindaklanjuti kunjungan kerja awal Desember lalu ke Spanyol lalu, Menpora Imam Nahrawi hari Kamis (22/12) siang menerima Duta Besar Indonesia Untuk Spanyol Yuli Mumpuni Widarso dan Presiden SOXNA Luis Alcina di ruang kerjanya Lt. 10 Grha Pemuda dan Olahraga. Pada pertemuan ini, Menpora didampingi oleh Deputi Bidang Prestasi Olahraga Gatot S Dwea Broto, Staf Ahli Menpora Adiati Noerdin, Staf Khusus Bidang Olahraga Taufik Hidayat, Kepala Biro Humas dan Hukum Amar Ahmad beserta Asdep di lingkungan Deputi Prestasi Olahraga.(foto:muchlis/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menindaklanjuti kunjungan kerja awal Desember lalu ke Spanyol lalu, Menpora Imam Nahrawi hari Kamis (22/12) siang menerima Duta Besar Indonesia Untuk Spanyol Yuli Mumpuni Widarso dan Presiden SOXNA Luis Alcina di ruang kerjanya Lt. 10 Grha Pemuda dan Olahraga. Pada pertemuan ini, Menpora didampingi oleh Deputi Bidang Prestasi Olahraga Gatot S Dwea Broto, Staf Ahli Menpora Adiati Noerdin, Staf Khusus Bidang Olahraga Taufik Hidayat, Kepala Biro Humas dan Hukum Amar Ahmad, beserta Asdep di lingkungan Deputi Prestasi Olahraga.

Presiden SOXNA Luis Alcina menyampaikan maksud kunjungannya untuk menindaklanjuti kunjungan Menpora Imam Nahrawi awal Desember lalu ke SOXNA Soccer Center, Spanyol. Dalam kunjungannya Ke SOXNA Soccer Center yang lalu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan keinginanannya untuk mengembangkan sepakbola ditanah air menuju prestasi yang lebih baik dengan melatih anak-anak usia dini. "Kunjungan kami ke Indonesia ini merupakan kunjungan yang sangat penting bagi SOXNA, kami melihat potensi luar biasa di Indonesia, bakat sepakbola dan dukungan suporter yang luar biasa, mengalahkan di negara-negara Eropa saat ini, " ujar Luis.

"Hampir 10 tahun terkahir ini kami sudah memulai berbagai program dan mendirikan sekolah sepakbola di Guangzhou, China dan Kazakhtan, sasaran utama kami adalah anak-anak, bukan pemain elit, karena bakat dan minat sepakbola tersebut sangat penting dibentuk dari usia dini sehingga menjadikan mereka nantinya pemain-pemain yang memiliki disiplin dan berkualitas, " lanjutnya.

"Disamping memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anak-anak usia dini, kami juga akan memberikan teknik pelatihan kepada pelatih lokal, disamping untuk lebih meningkatkan kemampuan melatih mereka, juga karena pelatih lokal lebih mengenal budaya, kebiasaan, dan karakteristik anak-anak, " katanya.

Luis mengungkapkan pada Januari tahun 2017, dia dengan timnya akan kembali mengunjungi Indonesia untuk melakukan berbagai kajian dan analisis tetang kondisi dan perkembangan sepakbola di Indonesia. "Dari hasil kajian dan analisis tersebut kami akan menentukan metode dan cara terbaik dalam memberikan berbagai pelatihan-pelatihan kepada anak-anak dan juga kepada pelatih, " ujarnya.

Menpora Imam Nahrawi sangat antusias sekali dengan apa yang disampaikan oleh SOXNA tersebut, dia berharap dengan adanya bantuan pelatihan dan pendidikan sepakbola dari SOXNA akan menciptakan atlet-atlet sepakbola yang akan mengharumkan nama Indonesia pada level dunia. "Tentu saya sangat senang sekali, pemerintah Indonesia sangat mendukung program ini, harapan kita adalah dengan pendidikan dan pelatihan sejak usia dini akan bisa memunculkan bibit unggul dalam sepakbola negara kita, " tuturnya.

Imam melanjutkan bahwa saat ini Indonesia mempunyai permasalahan yang besar mengenai ketersediaan pelatih, di tahun 2017 Kemenpora akan mencoba mengirim pelatih-pelatih lokal untuk memperoleh pendidikan kepelatihan di luar negeri, sehingga menjadikan mereka pelatih yang bagus dan berkelas. "Dengan adanya ketersediaan pelatih yang bagus dan berkelas, diharapkan nantinya mampu menciptakan bibit-bibit unggul atlet Indonesia sehingga bisa meningkatkan prestasi olahraga Indonesia didunia, " lanjutnya. (dre)

Ali Adrian coba Supersport demi mencapai MotoGP

sebelas12.com - Pebalap muda Indonesia, Ali Adrian Rusmiputro turun ke kejuaraan balap motor baru yaitu FIM World Championship Supersport 300 tahun depan demi melapangkan jalannya untuk bisa tampil pada kejuaraan paling bergengsi di dunia yaitu MotoGP.

"Turun di Supersport 300 adalah langkah yang tepat untuk menuju MotoGP. Persaingan bakal akan ketat karena pebalap internasional akan berkumpul di sini," kata Ali Adrian di sela konferensi pers dengan media di Jakarta, Kamis.

Demi meraih hasil maksimal pada kejuaraan baru ini, Ali Adrian yang bakal didukung penuh oleh Pertamina telah berlatih keras di bawah pantauan sang pelatih yang juga manajernya, David Garcia. Latihan mencakup fisik hingga mental.

David Garcia adalah mantan pebalap yang sudah kenyang pengalaman baik di kejuaraan MotoGP maupun superbike. Pria asal Spanyol yang selama ini menggembleng Ali Adrian ini juga pernah menjadi pebalap terbaik di Eropa.

FIM World Championship Supersport 300 akan digelar sebanyak sembilan seri dan akan dimulai di Moorland Aragon pada Maret dan ditutup di Losail International Circiut, Qatar pada November 2017. Ali mengaku telah mengenal karakter sirkuit karena sudah dipakai saat turun di Moto2 Eropa.

"Memang ini kejuaraan baru. Tapi saya bertekad bisa langsung naik podium. Makanya kami berusaha bersiap diri agar bisa tampil maksimal," kata pebalap yang bakal menggunakan kendaraan Yamaha YZF-R3 itu.

Ali Adrian mengakui saat ini belum mencoba kendaraan yang bakal digunakan pada FIM World Championship Supersport meski sebelumnya pernah merasakan saat turun di kejuaraan nasional. Berbekal pengalaman tersebut, pebalap berusia 23 tahun ini akan berusaha langsung bangkit.

"Bulan depan uji coba akan kami lakukan di Sirkuit Almeria Spanyol. Semoga uji coba berjalan lancar sehingga target untuk naik podium bisa tercapai," kata pebalap yang bakal menggunakan nomor start 12 itu.

Sementara itu, David Garcia mengatakan turun di kejuaraan Supersport merupakan strategi efektif untuk menunjang pebalap yang mendapatkan julukan "The Next Rossi from Indonesia" itu lebih dikenalkan ke masyarakat dunia.

"Saya percaya dengan kemampuan dia (Ali Adrian). Dengan keuletan dan kemampuan yang dimiliki, saya lihat dia terus berkembang," katanya.

Ali Adrian merupakan salah satu pebalap Indonesia yang berusaha mencari popularitas dan prestasi di luar negeri dan mendapatkan dukungan dari Pertamina. Pebalap lain yang mendapatkan dukungan dari BUMN itu adalah Rio Haryanto di Formula 1 dan Sean Gelael yang turun GP2.(ant)