Bandung, Sebelas12 - Wali
Kota Bandung M. Ridwan Kamil melihat bahwa Kota Bandung memiliki
potensi ekonomi yang luar biasa. Potensi itu tidak hanya bisa
dimanfaatkan oleh masyarakat tetapi juga pemerintah kota. Banyak lahan
aset pemerintah yang menurutnya bisa digunakan untuk meningkatkan
Pendapatan Asli Daerah.
Pemerintah kota tengah menyiapkan
instrumen agar optimalisasi aset bisa dilakukan dengan cara-cara yang
profesional, salah satunya adalah dengan membentuk Badan Usaha Milik
Daerah yang fokus di tiga bidang, yakni transportasi, infrastruktur, dan
telekomunikasi. PT. Bandung Infra Investama (PT. BII) adalah perusahaan
daerah yang akan menjalankan tugas itu.
“PT BII ini akan mengelola aset
untuk membangun infrastruktur, telekomunikasi, dan transportasi. Kan
sudah lahir Perda-nya,” kata Ridwan saat ditemui di Pendopo Kota
Bandung, Jalam Dalem Kaum, Rabu (5/4/2017).
BII diharapkan akan mengakselerasi
pembangunan di Kota Bandung. Perusahaan ini akan menjadi pintu masuk
investasi swasta dalam hal pertumbuhan infrastruktur publik. “Dengan
begini, aset Pemkot yang nilainya lebih dari Rp20 triliun tidak lagi
nganggur, tidak lagi dibohongi oleh pasar, undervalue, mubazir karena
semua asetnya akan dikelola dan dioptimalkan nilai ekonominya oleh PT.
BII,” imbuhnya.
Saat ini, pemerintah kota tengah
menyiapkan instrumen untuk pemilihan direksi perusahaan tersebut.
Pemilihan dilaksanakan melalui sistem fit and proper test dan terbuka
untuk umum. “Nanti kita akan pengumuman, lelang, wawancara, dan
seterusnya. Saya mah sangat taat aturan soal pemilihan pejabat,” ujar
Ridwan.
Usai pemilihan direksi, BII akan
difokuskan di tiga sektor utama. Di sektor infrastruktur, ada proyek
ducting dan apartemen rakyat yang siap untuk dikerjakan. Ada juga proyek
micro cell pole di bidang telekomunikasi, serta pembangunan LRT koridor
2 di bidang transportasi.
Bagi Ridwan, BII adalah jalan agar
percepatan pembangunan tidak lagi selalu bergantung pada dana milik
negara, melainkan ada partisipasi juga dari pihak swasta. Konsep
Public-Private Partnership akan segera mewujud menjadi
fasilitas-fasilitas baru yang bisa dinikmati warga Bandung. (*red)






