Bandung, Sebelas12 - Panyileukan
merupakan wilayah pemekaran dari Kecamatan Cibiru dan Rancasari
berdasarkan PP nomor 16 tahun 1987. Sepuluh tahun silam, Panyileukan
dibentuk menjadi sebuah Kecamatan di bawah Pemerintahan Kota Bandung.
Perayaan
Ulang Tahun ke-10 Kecamatan Panyileukan, dihadiri oleh Sekretaris
Daerah Kota Bandung Yossi Irianto, di Kantor Kecamatan Panyileukan
Kota Bandung, Sabtu (1/4/2017).
Menurut
Yossi, meski tergolong muda
sebagai Kecamatan, Panyileukan memiliki daya saing yang tidak kalah
dengan Kecamatan-kecamatan lain di Kota Bandung. "Panyileukan
bagus dari segi prestasi, usia masih tergolong baru tapi bisa bersaing
dengan kecamatan-kecamatan yang lain," ujar Yossi disela acara.
Prestasi tersebut dicapai, lanjutnya berkat peran serta penduduk setempat
yang tertib dalam memenuhi kewajiban pajak sebagai warga negara. "Panyileukan
termasuk paling membanggakan. PBBnya nomor satu di Kota Bandung,
biasanya Lengkong atau yang di pusat kota, justru tahun 2016 ini adalah
Panyileukan," ungkapnya.
Akan
tetapi tidak terlepas dari prestasi yang membanggakan, Kecamatan
Panyileukan juga punya beberapa masalah. Diantaranya adalah masalah
banjir yang kerap kali melanda ketika musim penghujan tiba. "Panyileukan
kalau banjir karena posisinya ada di cekungan paling rendah, tapi
paling penting adalah upaya-upaya strategis dari Pemerintah Kota, Provinsi,
dan Pusat dalam rangka penanganan banjir," katanya.
Mengenai masalah tersebut, Yossi optimis Pemerintah Kota Bandung dapat menanggulangi banjir di Kecamatan Panyileukan. "Sekarang
ada pembangunan tol air, 2017 akan dibangun waduk 28 hektar. Kami punya
keyakinan kuat 2017-2018 tidak akan banjir, karena sudah kita atasi
dengan berbagai cara," terangnya.
Tidak
hanya sampai disitu, wilayah Bandung Timur kedepannya akan dipersiapkan
sebagai wilayah Pusat Pengembangan Pemerintahan Kedua. Sehingga
pembangunan sarana pendukung seperti air bersih di wilayah ini akan
ditingkatkan.
"Kedepannya
2018 suplai air bersih juga keren. Karena memang wilayah timur
khususnya Panyileukan dan Gedebage merupakan Pusat Pengembangan
Pemerintahan Kedua," pungkasnya. (Red*)






