Bandung, Sebelas12 - Dinas
Pendidikan Kota Bandung kembali menelurkan inovasi dengan meluncurkan
aplikasi Toong Siswa (Tongsis). “Toong” dalam bahasa Sunda berarti
“intip”. Sesuai dengan namanya, aplikasi ini merupakan perangkat bagi
orang tua untuk memantau perkembangan pendidikan anak.
Aplikasi ini menghubungkan antara orang
tua dengan pihak sekolah melalui gawai pintar. Dengan mengunduh aplikasi
Tongsis di website Dinas Pendidikan Kota Bandung, orang tua bisa
mendapatkan informasi tentang kehadiran anak, hasil ujian, bahkan
mengetahui perkembangan pendidikan melalui input yang dilakukan oleh
sekolah.
“Dalam apps itu dia (orang tua) bisa mengecek rapot ulangan
dimanapun kapanpun. Orang tua siswa di Bandung bisa memonitor
perkembangann anaknya, baik fisiknya maupun perkembangan pendidikannya,”
ujar Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil usai meluncurkan aplikasi
Tongsis dalam gelar Pameran Pendidikan di Balai Kota Bandung, Senin
(22/5/2017).
Aplikasi yang diciptakan oleh Disdik
Kota Bandung itu dirancang atas permintaan orang tua yang ingin
mengetahui informasi pendidikan putra putrinya secara mudah. Aplikasi
itu bisa mempermudah komunikasi antara orang tua dengan pihak sekolah.
“Ini inovasi luar biasa. Mudah-mudahan orang tua siswa bisa reugreug
(tenang-red) pendidikannya dan kegiatan sosialnya,” tutur Ridwan
mengapresiasi.
Rencananya, aplikasi ini akan disebarkan
ke seluruh sekolah di Kota Bandung. Namun, Disdik tidak mewajibkan
aplikasi ini untuk diunduh orang tua. “Kan tidak semua orang tua punya
gadget. Yang banyak ingin tahu itu mereka yang sudah bergadget, kalau
yang tidak bergadget, seperti biasa, kita beritahukan setiap akhir tahun
kepada orang tua,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih
Sudiapermana.
Aplikasi ini akan resmi mulai
dioperasikan pada awal tahun ajaran. Saat ini, Disdik sedang
mensosialisasikan kepada sekolah-sekolah untuk segera menerapkan program
ini. Ia juga harus memastikan sekolah itu aktif memberikan data yang
bisa diakses oleh orang tua.
Proses pemasukan data tersebut dilakukan
oleh operator khusus di sekolah-sekolah di bawah monitoring dari kepala
sekolah. “Nanti validasi di kepala sekolah,” pungkasnya. (*red)






