Bandung, Sebelas12 - Untuk
meningkatkan minat baca masyarakat, pemerintah bersama steakholder
terus berupaya agar minat baca ini menjadi kebiasaan. Oleh karena itu
perlunya pembentukan karakter masyarakat agar cerdas dalam membaca,
cerdas memilih informasi dan cerdas terhadap teknologi.
Hal tersebut dikemukakan oleh Sekretaris
Daerah Kota Bandung Yossi Irianto saat membuka acara Bedah Buku
“Panduan Sekolah Madrasah Ramah Anak”, di Aula Kantor Dinas Perpustakaan
Dan Kearsipan Kota Bandung, Senin (22/5/2017).
Menurutnya budaya baca saat ini masih
kurang, karena dilihat jika di perpustakaan hanya beberapa orang yang
mengunjungi. Selain itu dengan pendidikan yang kurang juga menimbulkan
hal yang sama. “Oleh karena itu, sebagai pemerintah maupun steakholder
kita bersinergi untuk meningkatkan minat baca agar negara ini menjadi
lebih pintar,” tuturnya.
Ditambahkan Yossi, dengan acara Bedah
Buku ini bisa meningkatkan budaya membaca, dengan diteliti satu persatu,
mungkin tingkat baca menjadi bertambah. “Mudah-mudahan dengan agenda
Bedah Buku ini bisa menyadari kepada masyarakat bahwa membaca itu sangat
penting,” tegasnya.
Menurut Yossi, kegiatan bedah buku
tersebut merupakan titik awal untuk menumbuhkan kembangkan budaya dan
minat baca, sekaligus membangun generasi penerus yang cerdas, mandiri
dan berkarakter.
Mudah mudahan kegiatan bedah buku
tentang pedoman sekolah dan madrasah ramah anak ibu mempercepat
pencapaian program pemerintah, baik menyangkut upaya mewujudkan kota
ramah anak maupun di bidang pendidikan,” pungkasnya. (*red)






