Jakarta, Sebelas12 - Tak Tanggung-tanggung bank bjb berhasil meraih 2 penghargaan dari Majalah SWA, yang diterima langsung oleh Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan yang diserahkan oleh Chairman
and Group Chief Editor Kemal Effendi Gani dan Chief Editor SWAonline
Deputy Chief Editor SWA Magazine Kusnan M. Djawhir, di Hotel Shangri-la,
Jakarta, Selasa (11/7).
Penghargaan yang diraih bank yang telah melantai di pasar bursa sejak tahun 2010 dengan kode emiten BJBR ini, yaitu peringkat ke-9 di Indonesia The Best Public Companies Based on WAI (Overall) 2017 dan peringkat ke-4 di Indonesia The Best Public Companies Based on WAI, Kategori Industri Bank pada ajang Wealth Added Creator Award yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan Stern & Co.
Penghargaan yang diraih bank yang telah melantai di pasar bursa sejak tahun 2010 dengan kode emiten BJBR ini, yaitu peringkat ke-9 di Indonesia The Best Public Companies Based on WAI (Overall) 2017 dan peringkat ke-4 di Indonesia The Best Public Companies Based on WAI, Kategori Industri Bank pada ajang Wealth Added Creator Award yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan Stern & Co.
Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, mengatakan hingga Semester 1 tahun
2017 kinerja keuangan bank bjb terus mengalami pertumbuhan signifikan
bahkan berada diatas rata-rata pertumbuhan industri perbankan Indonesia.
“Dengan menjadi perusahaan terbuka, kami terus termotivasi untuk memberikan kinerja terbaik sehingga bank bjb senantiasa memberikan nilai tambah bagi para shareholder maupun stakeholder-nya” katanya.
Ajang Wealth Added Creator Award yang penyelenggaraannya telah dilaksanakan 14 kali ini, merupakan suatu awarding ceremony yang diperuntukkan bagi perusahaan yang masuk dalam Top 26 Wealth Added Index 2017 dari 100 perusahaan yang masuk dalam SWA 100 dengan hasil WAI-nya positif.
Sedangkan Wealth Added Index (WAI) yaitu sebuah metode untuk mengukur total arus kekayaan selama satu periode tertentu (arus kas untuk pemegang saham yang berasal dari kenaikan nilai pasar ekuitas, dividen dan pembelian kembali saham, serta nilai bersih dari penerbitan ekuitas baru) di atas tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dari nilai pasar ekuitas perusahaan saham.
Para investor maupun manajer investasi di berbagai kantor bursa efek, menjadikan metode WAI sebagai pedoman yang relevan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan. Pemeringkatan 100 perusahaan terbaik tersebut dipilih berdasarkan kapitalisasi terbesar yang dihitung kurun waktu 2006-2016 peride laporan. Sedangkan data yang berhubungan dengan pasar disadur dari Bloomberg, sedangkan cost of equity dihitung dengan metode WAI.
Perlu diketahui, BJBR merupakan salah satu emiten yang bergerak di industri jasa keuangan khususnya perbankan, dimana saat ini bank bjb tercatat sebagai bank yang memiliki aset ke-14 terbesar di Indonesia.
Sejak melantai di IDX pada tanggal 8 Juli 2010 silam, saham BJBR telah mengalami kenaikan dari sebesar Rp. 600,- per lembar saham menjadi sebesar Rp. 2.040,- per penutupan perdagangan Jumat (7/7/2017) lalu. Hal ini menunjukkan cemerlangnya kinerja bank bjb dari waktu ke waktu. (*Red)
“Dengan menjadi perusahaan terbuka, kami terus termotivasi untuk memberikan kinerja terbaik sehingga bank bjb senantiasa memberikan nilai tambah bagi para shareholder maupun stakeholder-nya” katanya.
Ajang Wealth Added Creator Award yang penyelenggaraannya telah dilaksanakan 14 kali ini, merupakan suatu awarding ceremony yang diperuntukkan bagi perusahaan yang masuk dalam Top 26 Wealth Added Index 2017 dari 100 perusahaan yang masuk dalam SWA 100 dengan hasil WAI-nya positif.
Sedangkan Wealth Added Index (WAI) yaitu sebuah metode untuk mengukur total arus kekayaan selama satu periode tertentu (arus kas untuk pemegang saham yang berasal dari kenaikan nilai pasar ekuitas, dividen dan pembelian kembali saham, serta nilai bersih dari penerbitan ekuitas baru) di atas tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dari nilai pasar ekuitas perusahaan saham.
Para investor maupun manajer investasi di berbagai kantor bursa efek, menjadikan metode WAI sebagai pedoman yang relevan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan. Pemeringkatan 100 perusahaan terbaik tersebut dipilih berdasarkan kapitalisasi terbesar yang dihitung kurun waktu 2006-2016 peride laporan. Sedangkan data yang berhubungan dengan pasar disadur dari Bloomberg, sedangkan cost of equity dihitung dengan metode WAI.
Perlu diketahui, BJBR merupakan salah satu emiten yang bergerak di industri jasa keuangan khususnya perbankan, dimana saat ini bank bjb tercatat sebagai bank yang memiliki aset ke-14 terbesar di Indonesia.
Sejak melantai di IDX pada tanggal 8 Juli 2010 silam, saham BJBR telah mengalami kenaikan dari sebesar Rp. 600,- per lembar saham menjadi sebesar Rp. 2.040,- per penutupan perdagangan Jumat (7/7/2017) lalu. Hal ini menunjukkan cemerlangnya kinerja bank bjb dari waktu ke waktu. (*Red)






