Bandung, Sebelas12 - Dengan
Hasil yang memuaskan yaitu IPK 3.95 dari Universitas Padjadjaran, Sekretaris
Daerah Kota Bandung Yossi Irianto meraih gelar Doktor Administrasi Publik.
Gelar
tersebut diraihnya setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul Budaya
Kerja Aparatur Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota
Bandung dalam Pembuatan Ijin Mendirikan Bangunan Hotel dan Restoran.
Sidang
promosinya dilaksanakan di Ruang Sidang Program Pascasarjana Fisip UNPAD, jalan
Bukit Dago Utara Kota Bandung, Sabtu (12/8/2017).
Sidang
dipimpin langsung oleh Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, M.T., M. Si dan
Sekretaris sidang oleh Ida Widianingsih. Adapun promotor sekaligus penguji diantaranya
Prof. H. Oekan S. Abdoellah, M.A., Ph.d., Prof. Dr. Drs. H Budiman Rusli , M.S,
sedangkan pengujinya di antaranya Prof. Dr. Drs. Josy Adiwisastra dan Prof. Dr.
Drs. H. Dede Mariana, M. Si.
Dalam
penjelasannya ketika mempertahankan disertasinya, Yossi menjelaskan, bahwa
budaya kerja aparatur di DPMPTSP Kota Bandung dalam pembuatan IMB belum efektif
karena tidak menggunakan prinsip New Public Service. Oleh sebab itu, penelitian
tersebut bertujuan untuk menganalisis secara kritis mengapa budaya kerja
aparatur negara di DPMPTSP belum efektif.
Oleh
karena itu, dirinya berharap melahirkan konsep baru sebagai solusi untuk meningkatkan
efektifitas budaya kerja aparatur negara pada DPMPTSP Kota Bandung dengan dasar
paradigma new publik service.
Yossi
menambahkan, budaya kerja aparatur negara berdasarkan prinsip New Public
Service (NPS) diantaranya teori tentang demokrasi kewarganegaraan. Menurutnya hal
tersebut perlu adanya keterlibatan warga negara dalam pengambilan kebijakan dan
pentingnya deliberasi untuk menghindari konflik, maka peran masyarakat sangat
penting dalam kemajuan suatu wilayah.
Maka
dari itu untuk kemajuan budaya kerja dalam prinsip New Public Service
diperlukan sosialisasi NPS di dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat
yang memerlukan pengurusan IMB khususnya.






