sponsor

sponsor

Iklan

Featured

" });

Nasional

Jawa Barat

Ragam

Bandung Raya

Pendidikan

Olah Raga

Wisata

» » Pemkot Bandung Siapkan Rp. 66,1 Miliar Untuk Pilkada Serentak 2018

Bandung, sebelas12 - Pemerintah Kota Bandung mulai melakukan persiapan, salah satunya persiapan anggaran menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan berlangsung pada tahun 2018 mendatang.

Sebagaimana telah disepakati bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bahwa biaya penyelenggaraan Pilkada 2018 ditanggung bersama antara pemerintah kota dan provinsi. Dari Rp. 88,6 miliar dana Pilkada untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) di Kota Bandung, pemerintah kota rencananya akan menyediakan Rp. 66,1 miliar dari APBD. Dana tersebut sesuai dengan yang diajukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung.

Pembiayaan tersebut direncanakan akan dialokasikan di dua tahun anggaran, yakni 2017 dan 2018. Pada tahun 2017, pemerintah kota menganggarkan Rp. 10,5 miliar dan Rp. 55,6 miliar sisanya akan dibelanjakan pada tahun 2018.

Disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto bahwa nilai tersebut sangat wajar dan sesuai dengan kebutuhan KPU Kota Bandung dalam menyelengarakan Pilkada. Untuk itu, pemerintah kota berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan tersebut sesuai aturan yang berlaku. "Jangan sampai penyelenggaraan demokrasi terhambat hanya karena ada persoalan anggaran. Pemerintah daerah harus menjamin itu," kata Yossi usai menggelar rapat persiapan Pilkada di Balai Kota Bandung, Kamis (26/01/2017).

Proses kegiatan Panitia Pengawas Pemilu, lanjutnya direncanakan akan dimulai pada Agustus 2017. Panitia akan melakukan penetapan petugas, pembentukan TPS, dan menetapkan daftar pemilih. "Jadi ada beberapa pembentukan pemutakhiran data. Itu yang paling banyak, termasuk sosialisasi dan sebagainya," katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Alimubarok mengatakan, pihaknya juga perlu memastikan agar seluruh warga Bandung terdaftar sebagai pemilih. Ia mengimbau warga agar segera menyelesaikan persoalan administratif kependudukan, terutama berkaitan dengan E-KTP. "Tahapan yang paling krusial adalah pemutakhiran daftar pemilih. Sekarang di Bandung sudah efektif penggunaan KTP elektronik, nanti data yang dihimpun oleh KPU akan berbasis KTP elektronik," terang Rifqi.

Dirinya tidak ingin kasus-kasus yang terjadi di daerah lain juga menimpa Kota Bandung, dimana banyak warga yang tidak terdaftar sebagai pemilih tetap karena belum melakukan perekaman KTP elektronik. (Rian)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama