Bandung, sebelas12 - Wali
Kota Bandung, M. Ridwan Kamil tengah menunggu terbitnya Peraturan Presiden
(Perpres) yang menunjuk PT. Pembangunan Perumahan (PP) untuk melaksanakan
proyek pembangunan Metro Kapsul di Kota Bandung. Ia sedang mengupayakan agar
Perpres tersebut bisa hadir dalam waktu dekat.
“Dalam
konteks peraturan perundangan, presiden bisa mengeluarkan Perpres untuk
menunjuk BUMN mengerjakan proyek-proyek yang sifatnya pilot project,” kata Ridwan
di Pendopo Kota Bandung, Jumat (27/01/2017).
Dirinya
mengatakan, proses penunjukkan tersebut pernah dilakukan Presiden saat akan
melaksanakan pembangunan Light Rapid Transit (LRT) di Palembang. “Dengan pola
yang sama, saya sedang mengupayakan minggu-minggu ini keluar Perpres yang
menunjuk PP sebagai pilot project LRT Metro Kapsul,” terangnya.
Rencananya
Metro Kapsul di Kota Bandung akan dibangun sepanjang 6 km yang dilaksanakan
dalam 2 tahap. Tahap pertama, akan dibangun lintasan sejauh 3 km dari Stasiun
Bandung menuju Dalem Kaum. Tahap kedua, lintasan 3 km akan dikonstruksi hingga
ke Tegalega dan kembali ke Stasiun Bandung. Pembangunan rel akan dilaksanakan
di atas jalan setinggi minimal 7 meter dan maksimal 10 meter. “Kalau ini nggak ada
halangan, berarti menurut janji dari PP-nya, bulan Maret-April sudah bisa
memulai ground breaking. Tiga kilometer pertamanya selesai di bulan Desember,”
ungkap Ridwan.
Proyek
konstruksi senilai sekitar Rp. 1 triliun tersebut, dibiayai melalui tiga sumber
pendanaan. “Anggarannya setengahnya dari PP sendiri, setengahnya udunan
(patungan-red) dari Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi, dan sedikit
dari Pemkot,” katanya.
Dijelaskannya
bahwa biaya tersebut tergolong murah untuk ukuran proyek monorail. Ia
membandingkan dengan harga standar monorail yang nilainya jauh lebih mahal. “Itu
termasuk sangat murah. Berarti kan per kilometernya hanya sekitar Rp. 150
miliar dibandingkan dengan monorail yang hampir Rp. 500 miliar per kilometer,”
pungkasnya. (Rian)






