Bandung, sebelas12 - Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil ditemani oleh Deni
Ferdian, seorang dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dalam
menjalankan tugasnya sebagai pimpinan daerah. Deni adalah pemenang kontes Andai
Aku Wali Kota yang dilaksanakan melalui platform iuran.id tahun 2016 lalu.
Gagasan yang membuatnya memenangkan kontes tersebut adalah motor ambulans yang
diberi nama Sagraha. Idenya tersebut akan diwujudkan oleh pemerintah kota tahun
ini.
Sagraha adalah motor yang dimodifikasi agar bisa
berfungsi sebagai ambulans dengan dilengkapi berbagai peralatan kesehatan.
Motor tersebut dirancang agar bisa menjadi moda pertolongan darurat ke
tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh mobil. “Ini adalah solusi untuk
emergency kesehatan di kampung-kampung yang padat, yang mobil tidak bisa
masuk,” terang Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Jumat (27/01/2017).
Ridwan sangat mengapresiasi gagasan yang muncul dari
warganya itu. Melalui platform iuran.id, masyarakat Bandung bisa menyumbangkan
pemikiran demi kemajuan kota. Pada tahun 2016, terkumpul hampir 1700 gagasan
dari sekitar 5000 warga. “Salah satu nya kita seleksi. Kita bikin kompetisi,
final, dan akhirnya terpilih Mas Dani, seorang dokter yang memberi gagasan
untuk membuat ambulans dengan motor,” katanya.
Platform iuran.id merupakan salah satu upaya yang
dilakukan pemerintah untuk menjaring ide pembangunan kota dari masyarakat.
Dengan teknlogi informasi, pengumpulan gagasan itu dapat dilaksanakan lebih
efisien. Menurutnya, masyarakat seyogianya perlu dilibatkan dalam proses
pembangunan agar memberi pemahaman bahwa perubahan kota tidak hanya datang dari
pemerintah saja.
“Inilah cara kami membuat kolaborasi dengan warga
Bandung supaya mereka bersemangat, bahwa dalam mendesign kota dan masa depannya
bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Gagasan tidak harus datang dari
Walikota. Gagasan bisa datang dari warga. Selama gagasannya keren dan aplikatif
pastilah kami wujudkan untuk menjadi kenyataan,” paparnya.
Istilah “keren” versi Ridwan Kamil adalah bahwa
gagasan tersebut harus bisa menjawab permasalahan kota. Selain itu, ide
tersebut harus mudah diaplikasikan. “Contohnya ambulans motor ini, dengan harga
40 jutaan motornya sudah bisa dimodif menjadi ambulans. Kita sebar ke
wilayah-wilayah Kota Bandung sehingga pelayanan kesehatan di Kota Bandung bisa
lebih optimal,” katanya.






