Bandung, Sebelas12 - Dengan berkembangnya teknologi,
masyarakat disuguhi dengan konten-konten pemberitaan di media sosial. Salah
satu dampak buruk dari sebuah kemajuan teknologi ialah banyaknya tumbuh sebuah
pemberitaan palsu yang memecah belahkan sebuah tatanan masyarakat.
Berita hoax sangat mudah dijumpai
dalam keseharian masyarakat sekarang. Isu anti hoax sudah menjadi permasalahan
dunia, tidak hanya di Indonesia khususnya di Kota Bandung saja. Masyarakat dibodohi
oleh pemberitaan palsu atau yang lebih dikenal dengan berita hoax.
Terpilihnya Kota Bandung sebagai
tuan rumah pertemuan penyiaran dunia atau dikenal dengan sebutan Internasional
conference media world harmony and the 5th annual meeting of ibraf yang akan
digelar di Kota Bandung 21-23 Februari 2017 mendatang. Dalam menyambut acara
tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Humas Kota Bandung menggagaskan
sebuah kegiatan dengan tujuan untuk melawan pemberitaan hoax dengan mengusung
tema "Mari Melawan Hoax dengan Akal Sehat #BDGHantamHoax.
Acara pra-event dari IBRAF tersebut,
akan dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2017 di Alun-alun Kota Bandung. Kota
Bandung sendiri sekarang sedang mendeklarasikan untuk perang melawan
pemberitaan hoax. Aksi ini akan melibatkan semua komponen masyarakat supaya
menjadi bagian dari sebuah aksi nyata melawan kejahatan hoax.
“Hoax ini merupakan isu
internasional, tidak hanya di Indonesia khususnya Kota Bandung. Namun, isu ini
sudah membuat masyarakat resah dan dapat memecah belahkan hubungan antara
manusia dengan manusia," papar Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi
Irianto di Balai Kota, Kamis (16/02/17).
Isu ini, lanjutnya sudah mendapat
perhatian dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Menurutnya hoax ini
harus diberantas karena merugikan semua kalangan. Maka dari itu, Kota Bandung
menindak lanjuti harapan Presiden untuk bersama-sama melawan hoax dengan aksi
#BDGHantamHoax.
"Isu ini sudah menjadi sorotan
dari Presiden Joko Widodo, maka dari kita selaku Pemkot Bandung menindaklanjuti
harapan dari bapak presiden untuk bersatu melawan kejahatan hoax dengan membuat
sebuah aksi yang kita namakan #BDGHantamHoax," katanya.
Pihaknya juga sudah bekerja sama
dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mensukseskan acara ini. Semua
komponen masyarakat akan mengambil bagian dalam aksi ini. “Kami sudah bekerja
sama dengan KPI untuk mensukseskan acara #BDGHantamHoax dan kami mengundang
semua komponen masyarakat untuk menjadi bagian dari aksi ini. Karena, andil
masyarakat akan memperkuat kita semua dalam memberantas isu hoax,"
imbuhnya.
Acara #BDGHantamHoax ini akan
menyuguhkan beberapa rangkaian acara, seperti aksi gerakan (koreografi) sebagai
simbol #BDGHantamHoax, penandatanganan Giant Ballon sebagai komitmen bersama
untuk memerangi hoax, selanjutnya prosesi ceremonial di tandai dengan
menggelindingkan Giant Ballon ke arah pin bertulislan HOAX dan di akhiri dengan
selfi bersama yang dipimpin oleh Wali Kota Bandung M.Ridwan Kamil.
"Semoga
melalui acara ini masyarakat bisa lebih peka dan sadar akan bahayanya
pemberitaan palsu atau hoax dan bisa sama-sama untuk melawan hoax. Tujuan akhir
dari acara ini ialah supaya masyarakat dapat mengkonsumsi berita yang benar
sehingga media menjadi pencerah bukan pemecah belah. Karena media layaknya
menyaring sebuah informasi sebelum diberitakan kepada khalayak,"
pungkasnya. (Rian)






