Jakarta, Sebelas12 - Besok hari, gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017 akan
dilaksanakan di 101 titik. Polri mengimbau masyarakat agar menjadi
pemilih yang baik dan jangan meresahkan masyarakat lainnya.
"Jadilah pemilih yang baik. Pilih sesuai hati nurani dan tentunya tidak perlu menimbulkan suatu kegiatan yang dapat meresahkan masyarakat lainnya," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar di Kompleks Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2017).
Selain itu, Boy meminta masyarakat untuk mencermati perhitungan suara tanpa mengganggu tugas Panwaslu. "Jangan mengambil alih peran dari petugas masing-masing," katanya.
"Jadilah pemilih yang baik. Pilih sesuai hati nurani dan tentunya tidak perlu menimbulkan suatu kegiatan yang dapat meresahkan masyarakat lainnya," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar di Kompleks Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2017).
Selain itu, Boy meminta masyarakat untuk mencermati perhitungan suara tanpa mengganggu tugas Panwaslu. "Jangan mengambil alih peran dari petugas masing-masing," katanya.
Secara keseluruhan, Polri mengerahkan dua per tiga personelnya untuk
mengamankan pilkada serentak ini. Sejumlah 130 ribu personel disiapkan
khusus untuk menjaga keamanan pesta demokrasi tersebut.
Untuk daerah rawan, lanjut Boy, satu orang polisi bisa menjaga dua hingga tiga TPS. Lalu untuk tempat yang butuh pengawalan khusus, dalam satu TPS bisa dijaga oleh dua polisi.
"Daerah khsusus pengawalannya itu adalah bisa dalam satu TPS itu bahkan ada dua anggota. Daerah khusus itu seperti Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan Rumah Sakit," pungkasnya. (dtc)
Untuk daerah rawan, lanjut Boy, satu orang polisi bisa menjaga dua hingga tiga TPS. Lalu untuk tempat yang butuh pengawalan khusus, dalam satu TPS bisa dijaga oleh dua polisi.
"Daerah khsusus pengawalannya itu adalah bisa dalam satu TPS itu bahkan ada dua anggota. Daerah khusus itu seperti Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan Rumah Sakit," pungkasnya. (dtc)






