Bandung, Sebelas12 - Kegiatan Sholat Subuh berjamaah akan
memperkuat umat Islam dalam memberantas kemungkaran yang saat ini sangat sering
ditemukan di masyarakat.
Hal
tersebut disampaikan Walikota
Bandung, M. Ridwan Kamil saat melaksanakan
Sholat Subuh berjamaah yang didampingi oleh Imam Besar Mesjid Washington Amerika Serikat
Mohammad Bashar Arafat di Mesjid Jami AT-Taqwa Jalan Setia, Cibeunying Kidul,
Kota Bandung.
"Ini
sebagai langkah untuk memperkuat umat Islam, yang di zaman sekarang banyak
kemungkaran terjadi dimana-mana, kita harus bersatu melawan dengan gerakan
subuh berjamaah,
kita akan saling menguatkan," ujarnya.
Dalam
kesempatan tersebut, Emil mengajak Mohammad Bashar Arafat untuk mengenali Islam
yang ada di Kota Bandung melalui program subuh berjamaah untuk menunjukan
keislaman umat muslim di Kota Bandung.
Di sisi lain, Mohammad
Bashar Arafat, mengatakan menyukai Indonesia dan membaca sejarah Islam yang
menceritakan Wali Songo dalam waktu 50 tahun bisa mengislamkan nusantara. Dan
dirinya terinspirasi untuk terus berdakwah demi kebaikan umat seluruh dunia.
"Saya
suka Indonesia dan saya membaca sejarah Wali Songo, dan saya terinspirasi
dengan Wali Songo dalam bedakwah
karrna tanpa kemarahan, tanpa menembak, tanpa menyakiti, tanpa rasis, tanpa
memojokan suatu golongan namun Wali Songo merangkul semua orang untuk
mengajarkan agama Islam," katanya.
Lanjutnya,
dalam hidup harus mencari ridho dan petunjuk Allah SWT sebagai tujuan dalam
hidup. Dan tawakal
kepada Allah salah satunya harus berserah diri. "Kita harus mencari ridho
Allah SWT dalam hidup sebagai tujuan kita ada di dunia," ujarnya.
Arafat
teringat dengan sebuah momen di Mesjid Nabawi seperti yang dilakukan jamaah
Mesjid Jami AT-Taqwa, semua orang berkumpul di mesjid untuk memperdalam ilmu
agama dan mencari kebaikan-kebaikan yang diajarkan agama Islam.
"Kegiatan
kita hari ini mengingatkan saya dengan Mesjid Nabawi yang diramaikan dengan
memperdalam ajaran Islam
dan semua orang dengan semangat mencari kebaikan sebagai jalan untuk
mendapatkan ridho Allah SWT," imbuhnya.
Dirinya berpesan, bahwa menjadi muslim tidak
hanya menyebutkan syahadat, ia mencermati menjadi muslim yang baik ialah yang
menjalankan hubungan kemasyarakatan dan mengaplikasikan nilai-nlai kebaikan yang
diajarkan oleh agama islam.
"Kita
harus menanyakan kepada
diri sendiri apakah kita muslim yang hanya status apa yang menjalankan segala
perintah Allah SWT. Orang islam ada 1,5 miliyar, yang tergolong mukmin ada
berapa persen? Ini yang menjadi pertanyaan kita semua," jelasnya.
Arafah
meyakini menjadi seorang imam, tidak hanya imam bagi umat Islam. namun untuk
semua, maka dari itu ia punya semangat untuk menyebarkan ajaran Islam ke seluruh dunia. Dan
Hubungan dengan manusia dan hubungan dengan Allah harus dijalani dengan
sebaik-baiknya.
"Saya
meyakini menjadi seorang imam tidak hanya untuk umat muslim tetapi untuk semua
manusia di dunia. Saya yakin tugas dahwah terbagi dua, mengajak semua manusia
untuk mau masuk Islam,
mengajak yang tidak percaya jadi percaya dan yg tidak yakin jadi yakin namun
tanpa paksaan. Jika tidak mau bekerja sama menciptakan kedamaian bagi semua
manusia, saya
menemukan beberapa ayat sebagai referensi yang pas untuk kehidupan zaman sekarang dalam
surat Al-Hujurot ayat 13. Itulah ayat yang meyakini dahwah saya selama
ini," katanya.
Selain
itu, Arafat mengatakan
di dunia hari ini Islam yang banyak diberitakan media ialah Islam yang radikal
yang mendominasi pemberitaan
di dunia yang menjelek-jelekan dan menjadi sorotan ialah Timur Tengah. Padahal jumlah umat
Islam yang terbesar di Indonesia. Dimana suara umat Islam Indonesia yang menjunjung
perdamaian dan kebahagiaan.
"Harusnya
Islam yang ramah tamah di Indonesia harus terdengar di seluruh dunia. Saya
mendapatkan Ilham dalam sholat tahajud tadi malam, saya ingin pusat dakwah
global dibangun di Kota Bandung," katanya.
Arafat
menyarankan, di
Indonesia yang mayoritas beragama Islam harus membuat wisata religiusnya, tidak
hanya mempromosikan wisata alamnya yang indah. Sebagai langkah memperkenalkan
keindahan Islam yang ada di Indonesia. (***)






