Bandung, Sebelas12 - Meskipun
hujan sudah mulai mengguyur Kota Bandung, tetapi masih belum memenuhi kapasitas
air di PDAM. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PDAM Kota Bandung, Sonny
Salami saat menyikapi kondisi krisis air yang terjadi di Kota Bandung.
"Hujan
memang sudah ada tapi banyaknya hujan lokal walaupun sudah sedikit merata.
Hujan pertama itu belum bisa diukur berapa intensitasnya, ketebalan awan yang
dihujankan. Jadi, ya sekitar satu bulan recovery. Paling tidak, hujan ini
memperbaiki kondisi sumur warga yang dangkal," ucapnya di Jalan Ir H
Djuanda Bandung, Kamis (28/9/2017).
Dalam
kesempatan tersebut, Sonny menginstruksikan jajarannya untuk kembali jika bantuan
air yang didistribusikan tidak bisa melalui jalan tertentu, terkait adanya
warga yang menjegal air bantuan yang sedang didistribusikan PDAM kepada warga
yang telah mengajukan permohonan. Pasalnya air bantuan tersebut tidak mungkin
diberikan kepada warga yang menjegal, karena untuk menghargai warga yang sudah
mendaftar secara teratur.
"Jadi,
hendaknya petugasnya mundur, karena kan sudah berdasar laporan. Nanti juga kami
minta kepada orang yang memesan untuk mengamankan jalur itu yang akan dilalui
mobil tangki. Saya bukan tidak mau memberi bantuan kepada warga yang menjegal,
tapi kalau terlalu banyak nanti bisa sporadis dan kacau, sementara orang lain
sudah daftar. Artinya, perwakilan warga yang memohon bantuan air bisa
mengamankan jalur atau akses mobil kami, agar tidak ada penjegalan,"
paparnya.
Sementara
itu, mengenai sumber air baku menurut Sonny, penampungan air di Situ Panunjang
sebanyak 23 juta meter kubik, jika hujan mengguyur kawasan tersebut belum dapat
langsung penuh, tetapi jika hujan merata di seluruh daerah penangkapan Situ
Panunjang akan penuh.
"Saya sudah cek masih
belum merata daerah sana, bahkan daerah Pangalengan juga belum terlalu bagus
hujannya. Mungkin nanti ketika debit
normal seminggu saya akan kasih pernyataan bantuan air kami hentikan. Karena
sistem sudah normal lagi dan itu juga butuh biaya besar. Dan dalam sehari bantuan
tangki air bisa 24 truk dan 40 pikap," terangnya. (*Red)






