Bandung, Sebelas12 - Kota
Bandung kembali menghadirkan aplikasi kesehatan guna mempermudah pelayanan dari
dokter untuk masyarakat. Aplikasi tersebut bernama SEHAT (Sistem Elektronik
Aplikasi Rujukan Terpadu).
Aplikasi tersebut diresmikan oleh
Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita
Verita, VP Samsung Kanghyung Lee dan CEO & Founder Docta Andrew Rochford,
di Balai Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).
Dalam kesempatannya, Wali Kota
Bandung M. Ridwan Kamil menyampaikan, aplikasi SEHAT hadir di kota Bandung
memberikan kemudahan bagi dokter umum untuk konsultasi langsung ke dokter
spesialis.
Lanjutnya, inovasi tersebut
memberikan kemudahan bagi dokter dan waktu yang efisien bagi pasien. Dengan
konsep digital, aplikasi tersebut sangat mudah digunakan oleh dokter.
"Jadi jika dokter umum
kesulitan untuk memberikan rujukan atau masukan mengenai penyakit yang dialami
oleh pasien, dirinya bisa menggunakan aplikasi dengan bertanya dan memberikan
penjelasan sesuai penyakit yang diderita,"ujarnya.
Menurut Ridwan, hadirnya aplikasi
tersebut selain mempermudah pelayanan juga meringankan biaya kesehatan.
"Saat ini kan biaya kesehatan
cukup mahal, dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, rawat jalan maupun menembus
obat, memakan biaya yang banyak. Maka dari itu hadirnya aplikasi SEHAT insya
Allah mempermudah semua urusan kesehatan,"jelasnya.
Sementara itu menurut Kepala Dinas
Kesehatan Kota Bandung Rita Verita menyampaikan, Aplikasi SEHAT salah satu
inovasi pemerintah kota Bandung untuk Pembangunan Nasional khususnya dalam
pelayanan kesehatan masyarakat.
"maka dari itu, dalam rangka
meningkatkan aksesibilitas, Aplikasi ini sangat membantu sekali para dokter
untuk memberikan rujukan maupun pemeriksaan sebaik
mungkin,"jelasnya.
Ditambahkan Rita, aplikaai Ter
bertujuan untuk mengurangi angka rujukan non spesialistik dari FKTP ke FKTRL,
mengurangi angka antrian di RS, Menguatkan dokter umum di FKTP sebagai gate
keeper Sistem Kesehatan Nasional dan Sarana transfer of knowledge dari dokter
spesialis ke dokter umum di puskesmas.
Lanjutnya, Aplikasi SEHAT dihibahkan
oleh Dr. Andrew Rochford sebagai founder dan CEO DOCTA dari Sydney Australia.
Selain itu, Support 150 tablet dari
SAMSUNG Indonesia dibagi dalam 3 tahap. Tahap satu, 30 dokter puskesmas dan 20
spesialis. Tahap dua 45 dokter puskesmas dan 20 spesialis dan tahap ke tiga 25
dokter FKTP prolanis lain dan 10 dokter subspesialis.
"Tahapan itu dilakukan agar
monitoring indikator program dapat dimonitor dengan baik,"tuturnya.
Ditambahkan Rita, pelatihan bagi
spesialis yang menjadi konsultan sudah dilakukan hari Rabu (8/11/17). Ada 10
spesialis yang sudah bersedia bergabung. Untuk Pelatihan bagi Dokter Umum
puskesmas dilaksanakan jumat (10/11/17), 31 Dokter puskesmas yang juga
Koordinator Prolanis dan Layad Rawat.
"Dengan yang kami lakukan ini
guna untuk memberikan kemudahan bagi para dokter dan kesehatan bagi masyarakat
kota Bandung,"pungkasnya. (*Red)






